Bagaikan api dari sebuah lilin kecil menyala ditengah ketidakhadiran cahaya lain, yang kemudian ditumpahkanlah diatasnya seliter bensin, kemudian meledak. Lilin yang hampir mati tersebut menjadi menyala berkobar-kobar memerintahkan kegelapan pergi ke tengah laut dan menghadirkan cahaya yang ikut menyinari sekelilingnya.
Lilin kecil yang sederhana namun selalu memberi cahaya harapan, hanya menorehkan sekelumit dari pancaran cahaya pelangi dalam spektrum warna yang tersusun rapi yang dipantulkan oleh prisma bumi sehingga mencabut hati setiap makhluk hidup di dunia. Dengan cahayanya yang redup Lilin kecil hanya mampu meminjam cahaya dari sang pelangi untuk mencoba menjadi bagian dari cahaya yang melolongkan suaranya melalui blog. Menghasilkan Pe eR kecil untuk sang pelangi agar menjadi inspirasi, dan kalian semua para bloger Indonesia, kalian adalah pelangi untuk lilin kecil yang kehangatanya pun tidak mempan untuk sekedar menghangatkan lalat yang kedinginan karena datang EL Nino, kalian pun selalu menjadi susunan molekul C8H18 rantai lurus dan rantai panjang yang selalu menjadi bahan bakar untuk sang lilin agar selalu bisa menyala ditengah ketiadaan cahaya. Lilin kecil akan selalu berdoa pada Tuhan agar disemburkan nurani pelangi agar diberikan sedikit panjang gelombang dari spektrum warna pelangi ditengah ancaman hujan badai. Kalian adalah gelombang pasang yang menghamburkan nelayan pencari ikan ke daratan untuk berbagi hasil berladangnya kepada lilin kecil ini.
Dihari ke empat ini Lilin kecil menjadi lilin harapan yang selalu menyala dan berpijar lebih terang karena kawan-kawan para blogger sejati pecinta wacana dan informasi, setiap pixel tulisan dan komen kalian merupakan sebuah catatan sejarah yang akan tertulis di buku sejarah anak kelas 5 SD terbitan balai pustaka nantinya *semoga*. Lilin kecil sangat ingin mengucapkan pelukan dan salam persahabatan yang dalam kepada penghuni jagat dunia maya yang semakin tidak ada batasnya dengan dunia nyata ini. Semoga melalui goresan –goresan kehidupan ini lilin kecil akan dapat berjalan beriringan dengan para spektrum warna dan isomer-isomer oktana dari golongan alkana untuk tetap berkarya melalui gudang kata-kata.
Untuk para komentator-komentator pertama saya, special thanks untuk kalian semua. They are: Arul, Sawali Tuhusetya, mybenjeng, ojat, goyangan, Liezmaya, andi bagus, atmo4th, hair, pelangi nurani, street punk, stey, undercover, goop, Moerz, amed,










Mendoa agar lilin-lilin tersebut terus berpijar dan semakin bertambah…
welgedewelbeh
Dirimu adalah nnak muda yang potensial. Turut menceriakan pelangi blogosphere Indonesia dengan niatmu yang mulia. Soal menulis ada artikel bagus tuh di :
http://indomelb.wordpress.com/2008/01/06/bangsa-yang-besar-adalah-bangsa-yang-menulis/
sip… mantap puitis dalam merangkai kata2,
kamu juga jadi inspirasi saya untuk menulis dengan kata2 indah dalam postingan.
terima kasih juga
pujiannya itu loh bikin naik ke ubun2
salut kawan
kenapa nggak “Kalian adalah unsur-unsur dalam Tabel Mendeleyev yang saling berikatan sesuai pasangan elektronnya”..he..he..
Salam kenal..
Mampir Yo..
yep yep…. bagus bagus…. saiyah juga sedang mencoba menulis dengan baik dan benar…
bersinar dan berpijarlah lilin!
bakar kejamnya dunia dng cahayamu!
hii… senengnya kata pelangi sering disebut2 dalam artikel ini
makaciii bgts loh Z…
isomer?
menurutku lebih seperti enantiomer, mirip tapi dalam refleksi bukan isi. Karena setiap individu memiliki ke khas an nya sendiri
==========================================================
koment OOT:
kenapa memilih oktana?
saturated chain loh
aku jadi apa yah?
*OOT mode on*
besok-besok saya pasang mercon aja, lilin khan kecil..
slm kenal!
stuju ma tante! mercon kan lebih seru…mumpung lagi taun baru nih!
*digetok FPI*
keep blogging
lam kenal dan makasih telah mampir di blogku
Fisika banget euy….
sama juga nih, saya masih blogger pemula
Lilin berkorban melelehkan diri sendiri untuk memberi penerangan ke sekitar. sangat mulia..
Saya suka semangat ditulisan ini. Lebih baik menjadi lilin kecil dengan nyalanya yang temaram ketimbang api yang berkobar2 tapi bisa membakar.
boleh seperti cahaya lili, tapi jangan sampai menjadi lilin. bahaya mas sigma. kok bisa? nanti badan sendiri ancur untuk menerangi kegelapan di sekitarnya. artinya, ngeblog jangan sampai bernasib seperti lilin. Halah.
tulisanmu bagus sekali, adik.
kakak sungguh suka.
kalo lilinnya abiz, maka gak ada bekas cahaya yang dia tinggalkan.
cari analogi lain donk, biar kreatif dikit. kan lilin udah banyak yang pake tuch. biar beda dari yang lain
Hebat, hebat… ck ck ck
Lha saya yang ndak mudheng Kimiya malah tambah bingung :rolleyes:
tapi bagus juga lho!
Salam kenal!
lagi2 tata bahasa yang bagus.
hati-hati mas,, sesama cahaya bisa saling meniadakan [ngarang, hehe]..
buatlah cahaya yang mantabs.
wah kapan saya disebut ya!?he2x baru tahu nich blog!
salam kenal ya!
tapi apakah blogger akan termasuk dalam bagian sejarah yang akan diajarkan kepada anak-anak SD!?yang jelas blogger akan dikenang oleh anak cucu blogger!Jadilah blogger yang turut menerangi bangsa ini, dan tidak hanya menjadi sejarah tetapi pencetak sejarah!
maaf baru bisa balas komen kawan2 nih. banyak ujian dan laporan harus dikerjakan.
@ praditya: makasih berat buat supportnya bos
@ mulut: wah linknya menarik banget siplah bisa buat refrensi bung
@ aruL : iya AruL memang pantas dipuji kok..
@ sibermedik: krn tidak semua unsur bisa menyatu dg unsur yg lain bung, tergNtung jumlah elektron *halah sok tau yah*
@ andrew wijaya: sy jg belajar, jadi kita belajar bersama yak
@ caplang dot net: baiklah kawan, doakan saja smua akan terbakar LOH..
@ pelangi nurani: halah…kan tau sndiri …
@ ordinary: udah ku blas scr lngsung ke blogmu kawan..
@ almascatie: jadi monomer aja bos, kan bisa mengikat elektron lain
@ Ck: jangan mercon, bahaya buat anak kecil chik..
@ grace: sama dgn ck km yah..ckckckckck..
@ abeeayang: slam kenal bung
@ siapaindra: sip sama2 berjuang bung
@ regsa: humm, km bikin ak terharu
@ undercover: anda benar Bung, trima kasih utk dukungan moralnya
@ sawali : iya Pak, akan sy inget2 itu selalu
@ hanna di singkawang: ini juga belajar dr sisca79 kan..:D
@ hair: wah anda benar bung, sy hrus belajar lbh giat utk hal ini..kritisi terus aja sy sgt senang
@ mardies: gak usah pusing mas, tnya aja sm mbah google
@ atmo4th: lagi-lagi lestiatmo, hehe… gak ah itu cm kebetulan
@ nicoustic: sbnernya bisa disebut klo kmrn udah coment, itu nama2 komentator pertama sy.
ga disebut!!
*ngambek*
Maaf bozz lambat lapor
eh ada nama saya…
*joged-joged kesenangan*
huhuhu…..jangan pernah jadi lilin karena setela cahayanya redup, kelam akan semakin pekat…
hhheheh
apa coba
kunjungan balik pak,
Sips. . .sips. . .
Tulisanmu Memberikan Semangat bagi para bloger indonesia. . .
cayooo. . .
Bagoesssssssss!!!
yaolo… saya termasuk isomer juga…
*mata berkaca kaca*
*terharu amat sangat*
*peluk peluk Aurum*
hmm…..
bahasa dewa lagi, hihih,,,,
jadi lilin..
nice… salam kenal