Soeharto dan Penyakit Obsesif Kompulsif

Seorang kawan yang telah sukses mengadakan seminar sekala nasional di sebuah hotel Sahid Jaya ternama di Kota Solo yang luar biasa, setelah acara selesai yah seperti biasa, mereka saling bercanda untuk menghilangkan penat yang menghantui pikiran mereka disela-sela kesibukan akademik. Juhud yang bermuka hitam lebam dengan logat khas Jowo bangetnya bertanya kepada kawan-kawanya “heh, siapa nih yang udah pernah tidur di hotel berbintang 5 kayak gini?” spontan Jono yang anak gunung tersesat kuliah di Kota menjawab dengan polosnya “ wah aku rung tau Hud, wekekek”, ditimpal dengan jawaban Andri yang berlagak sok Kota dengan “halah masa belum pernah to, lha wong aku aja tiap hari tidur sini kok, bapaku kan pejabat pemkot, hahahaha”, suasana menjadi semakin renyah dan riuh dengan canda kawan-kawan tadi. Namun dari salah satu mulut kawan kita yang polos tapi bermakna “lha kok nanyanya siapa yang pernah tidur di hotel ya? Kenapa kok ngga, siapa yang pernah tidur dikolong jembatan sama golongan marginal itu yah?”. Tiba-tiba mata semua kawan-kawan yang disana berubah cahayanya dan forum itu menjadi sebuah forum kontemplasi atas kesuksesan sesuatu yang beharga. Yaitu mengingatkan kita akan salah satu penyakit yang meraja lela dikalangan makhluk Homo sapiens jaman sekarang cinta dunia dan takut mati.

Hal ini juga dapat di analogikan dengan kematian Soeharto *nanti, entah kapan* yang dapat kita ambil dari sejarah beliau sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, mempunyai anak cucu yang berfasilitas ultraeksklusif, mempunyai kacung-kacung negara yang hegemoni dari akar hingga ke kepala. Hingga saat ini (13/1) pukul 05.00 dilaporkan oleh metro tv sudah dalam keadaan deadly critical condition, dan mengalami gangguan organ tubuh akut yang sepertinya akan membuat Kalitan ramai sebentar lagi. Sebagai informasi saja di Solo bandara satu-satunya yaitu Adi sumarmo akan ditutup untuk sementara untuk aktivitas transportasi yang meledak karena menunggu kedatangan keluarga cendana, jalan raya Solo yang menjadi jalur-jalur utama telah dibersihkan dan beberapa diantaranya termasuk Jl. Slamet Riyadi, Jl. A Yani, Jl. Adisucipto, Jl. Jend Sudirman dan Jl. Ir. Sutami (depan kampus saya UNS) dan beberapa jalan protokol lain akan ditutup berdasar keputusan Kapoltabes Solo *sumber berita: disini*.

Sepertinya mereka dan sebagian dari kita, dan mungkin juga saya telah terkena penyakit yang mengakar dari masa lalunya, yaitu obsesif kompulsif terhadap materi keduniaan yang berlebihan dan takut menghadapi kematian. Sangat jarang dari kita *dan saya* untuk merasa cukup dengan apa yang telah di anugrahkan olehNYA.

Nb: posting disela2 ujian, maaf menggangu, dan posting bukan bermaksud justifikasi.

gambar diambil dari  sini

 

 

53 Tanggapan ke “Soeharto dan Penyakit Obsesif Kompulsif”


  1. 1 Praditya Januari 13, 2008 pukul 6:22 am

    Ya ya…

    Harta dunia yang dikejar2 dan dijadikan sebuah obsesi dan “cita-cita” semakin mengganaskan penyakit cinta dunia dan kematian…

    Ya Allah, kuatkan kami dalam menghadapinya…

  2. 2 rickisaputra Januari 13, 2008 pukul 7:11 am

    terlalu banyak harta pun akan sulit pertanggungjawabannya kelak…
    mudah2an saja beliau dimudahkan..

    best regard.

  3. 3 de Januari 13, 2008 pukul 7:24 am

    mikmat dunia memang melenakan

  4. 4 mercuryfalling Januari 13, 2008 pukul 7:41 am

    masih kuat aja pengaruh keluarga cendana ya…mati aja masih ngerepoti rakyat

  5. 5 FaUZaNeVVa Januari 13, 2008 pukul 8:51 am

    Benar juga!

    Oh iya, akhir dari kehidupan tidak lagi menakutkan apabila tidak lagi dinamakan kematian.

    :P

  6. 6 Sawali Tuhusetya Januari 13, 2008 pukul 9:36 am

    penyakit ubuddunya itu apa juga bisa dibilang obsesif kompulsif mas sigma. banyak orang terlalu mencintai dunia sehingga serba takut menghadapi kemiskinan, kematian, dan penderitaan. karena ubuddunyanya tinggi akhirnya jadi menghalalkan segala cara utk mencapai tujuan. *halah*

  7. 7 Hanna Fransisca Januari 13, 2008 pukul 3:19 pm

    Bagus, adik, he he he.

    Semua yang berasal dari yang tiada akan kembali ke tiada.

  8. 8 Hoek Soegirang Januari 13, 2008 pukul 4:02 pm

    ho oh, saia cuma berharaf semoga kematian beliau dimudahkan….
    jadi ndak ferlu tersiksa sama penyakit obsesif kompulsif lage…

  9. 9 Ina Januari 13, 2008 pukul 4:11 pm

    Nga ada sesuatu apapun yang abadi. jika IA menghendaki semuanya akan berpulang kepada-Nya. Sekarang atopun nanti.

    Semoga semuanya menjadi yang terbaik buat sapa aja. :)

  10. 10 takochan Januari 13, 2008 pukul 4:48 pm

    Padahal kalau sudah sampai ke alam sana itu smua gak dibawa ya :?

  11. 11 aboutmiracle Januari 13, 2008 pukul 5:19 pm

    salaaam… :)

    Saya posting juga mengenai pak harto di blog saya.Please visit http://aboutmiracle.wordpress.com

    i just wanna share u another story…

    mari kita sama2 berdoa untuk bangsa ini..ameeen..

    salam buat empunya blog.. :)

  12. 12 aboutmiracle Januari 13, 2008 pukul 5:21 pm

    salaaam… :)

    Saya posting juga mengenai pak harto di blog saya.Please visit http://aboutmiracle.wordpress.com

    i just wanna share u another story…

    mari kita sama2 berdoa untuk bangsa ini..ameeen..

    salam buat empunya blog.. :)

  13. 13 aRuL Januari 13, 2008 pukul 5:35 pm

    kasian melihat nyawa koq dipermainkan :(

  14. 14 mrtajib Januari 13, 2008 pukul 6:19 pm

    ehm…solo itu kotanya Soeharto..makanya ada “pembersihan”…..

  15. 15 realylife Januari 13, 2008 pukul 7:01 pm

    semua kita kembalikan kepada yang maha kuasa.
    tulisannya bagus juga
    saya mau mengundang untuk mampir di blog saya
    http://realylife.wordpress.com/2008/01/12/maaf/
    makasih

  16. 16 imcw Januari 13, 2008 pukul 7:26 pm

    Kematian hanya sekali dalam hidup, mungkin hal itu yang menyebabkan ‘pesta’ yang demikian meriah itu.

  17. 17 Nin Januari 13, 2008 pukul 7:41 pm

    “Sangat jarang dari kita *dan saya* untuk merasa cukup dengan apa yang telah di anugrahkan olehNYA.”

    Bukankah “kita” itu berarti kamu dan saya? :)
    Atau maksudnya hanya sebuah penegasan ya.

    WAHN—penyakit cinta dunia dan takut mati. Penyakit ini sudah menulari hampir sebagian besar manusia.

  18. 18 ayaelectro Januari 13, 2008 pukul 8:41 pm

    suatu saat pasti akan menghadapi kematian. Dunia gak akan bantu apa-apa. please give me your comment to my blog: http://ayaelectro.wordpress.com/

  19. 19 kucingair Januari 13, 2008 pukul 8:43 pm

    semoga beliau diberi petunjuk.

    dan terkadang kita sesekali juga harus meliahat dari sisi baik beliau tidak hanya dari sisi buruknya

  20. 20 shinobigatakutmati Januari 13, 2008 pukul 8:59 pm

    semoga diberi jalan yang terbaik deh :)
    ya… jalan apakah itu, jalan apa aja :P

  21. 21 namain Januari 13, 2008 pukul 9:47 pm

    OC.. Disorder? Duh!!

  22. 22 ^joels Januari 13, 2008 pukul 9:57 pm

    tenang saja, engga ada yang nyangka situ justifikatif kok!
    .
    .
    .
    .
    .
    saya mau tanya “justifikasi” apaan seh ? trend model baju baru yach ?

  23. 23 gempur Januari 13, 2008 pukul 10:45 pm

    Doa saya pada Tuhan:

    “Segera saja tuntaskan penderitaan eyang, Ya Allah! Jangan aniaya mata dan telinga saya dengan akrobat media massa yang mabuk muntah memberitakannya..!”

  24. 24 deKing yang lagi-lagi sedang sibuk lagi Januari 14, 2008 pukul 12:42 am

    Sebagai informasi saja di Solo bandara satu-satunya yaitu Adi sumarmo akan ditutup untuk sementara untuk aktivitas transportasi yang meledak karena menunggu kedatangan keluarga cendana

    Ya…kepentingan rakyat banyak memang selalu mudah untuk dipinggirkan demi kepentingan segelintir rakyat

  25. 25 antarpulau Januari 14, 2008 pukul 3:25 am

    …mempunyai kacung-kacung negara yang hegemoni dari akar hingga ke kepala….

    ==============
    Ssssttttt….
    Ngomongnya pelang-pelan…. ada salah satu kacungnya tuh lagi dengerin…

    *ngumpet di kolong meja komputer*

  26. 26 baliazura Januari 14, 2008 pukul 11:05 am

    semoga lekas sembuh….

    *lho kok?kapan matinya klo di doa’in sembuh,kacian khan udah pusing ngurusin endonesia 32 th*

  27. 27 Sharon Januari 14, 2008 pukul 11:54 am

    kapan ya beneran meninggal?

    kenapa ya sampai segitu hebohnya orang-orang ini?

  28. 28 kamal87 Januari 14, 2008 pukul 3:30 pm

    sikap terbaik mengenai suharto ini menurut saya adalah:

    sebagai seorang individidu manusia yang tentu punya kesalahan, maka mari kita maafkan beliau yang kini sudah tak berdaya.
    tapi JANGAN SAMPAI kita relakan begitu saja hasil2 kejahatannya yang sudah meradang bagi warga Indonesia. Semua Uang rakyat yang dihisap olehnya dan kroni2nya harus kemabli ke rakyat. Proses hukum harus tetap berjalan

    opini yang lebih lengkap disini
    Harus diapakan Suharto

  29. 29 pelangi nurani Januari 14, 2008 pukul 4:15 pm

    waah… bingung mo ngoment apa… abiz hampir semua yang terlintas di kepala uda ditulis semua siy disini…

  30. 30 dhe' nagk pernah nyambung' Januari 14, 2008 pukul 4:38 pm

    huhuhu
    akh…

    ***kematian Soeharto *nanti, entah kapan*

    kata temenku nih….inget kata temenku loh…

    Kematian PENGUASA itu lagi dirapatkan di istana negara, lagi menetapkan tangal dan waktu yang tepat ajah… biar sedikit dramatisir githu…

    hayaaaaaaaaaaaaaaah

  31. 31 caplang[dot]net Januari 14, 2008 pukul 6:19 pm

    solo steril :)

  32. 32 Arham Haryadi Januari 14, 2008 pukul 8:23 pm

    setuju sama kamal kalo kita tetep harus menjalankan hukum, tapi inget duit masalalu ngak semahal sekarang bukanny rentenir lho tapi kan seperi investasi yang slalu meningkat nilainya, maka dia wajib membayar lebih

    oh ya berhubung pake weblog yg laen jadi saya ninggalin link ke blog yg utama saya yah
    Blogpreneur

  33. 33 Zan's Januari 14, 2008 pukul 10:40 pm

    Mau mati saja dah ribet minta apmpun. coba kalo sudah mati…

  34. 34 fauzansigma Januari 15, 2008 pukul 5:01 am

    selamat pagi kawan2ku tercinta di Bumi Indonesia:
    @ praditya: sama, sy jg lagi berdoa yg kayak gitu Bung
    @ rickysaputra: dari gelagatnya sih malaikat udah di ubun2 kali yah..hehe
    @ de: anda benar kawan
    @ mercuryfalling: iya tuh, kapan yah keluarga sy bisa menyusul, keekekekek…
    @ FaUZaNeVVa; udah beres Bung
    @ sawali: bisa juga pak hal tsb dikategorikan penyakit yg sama, obsesif kompulsif itu hampir akut, absesi nya mutlak..
    @ hanna f: iya kaka…makasih udah mampir
    @ Hoek Soegirang: dimudahkan ke mana nih?naik apa masih tetep eksis di dunia nyata?kekekekk…
    @ Ina: anda benar sperti yg sy tulis di header@
    @ takochan: pas dikubur kan ada yg sering dibawa yah, begoo bgt ituh
    @ aboutmiracle: iya kawan, kita sama2 fans nya pak harto
    @ aRuL: sy ga bermaksd mempermainkan loh Pak
    @ mrtajib: anda benar, dan sy sdg kuliah di kampusnya pak harto
    @ realylife: ah anda mengada2 aja nih Bung,maksih deh klo gitu
    @ imcw: gila! anda benar2 bisa membuka wacana baru utk sya..
    @ Nin: iya maaf salah ketik;;; wahn: ya anda benar, dan sy tau, anda sampe bilang salah satu nama pnyakit itu knp..:D
    @ ayaelectro: baik Bung
    @ kucingair: iya pak, sy salah satu idolanya bahkan..
    @ shinobigatakutmati: sy yakin anda ini org hebat luar biasa krn anda gatakutmati
    @ namain: humm?
    @ ^joels: justifikasi: penghakiman,,hehe, kali..
    @ gempur: sy jg bedoa yg sama
    @ deKing yang lagi-lagi sedang sibuk lagi: masih sama2 rakyat kan yg ptg..hehe
    @ antarpulau: sbenernya sy jg agak takut bung, lindung sy bung
    @ baliazura: cekakakak, doain ya yg bagus2 ajalah…mati jg bagus diih sebenrnya
    @ Sharon: sy juga gak tau mbakk..
    @ kamal87: wah saya setuju banget Bung, anda shoheh seratus persen@
    @ pelangi nurani: gak usah komen udah terwakilkan kan..
    @ dhe’ nagk pernah nyambung’: wah pake birokrasi jg ya ternyta..
    @ caplang[dot]net: KARANGANYAR
    @ Arham Haryadi: silakan
    @ Zan’s: udah mati…tambah ribet dsono nya

  35. 35 fauzansigma Januari 15, 2008 pukul 5:06 am

    oh iyah..udah baca kompas hari ini blm?
    yang tentang SOEHARTO THE BEST itu juga..
    nih http://kompas.com/kompas-cetak/0801/15/utama/4160577.htm

  36. 36 sezsy Januari 15, 2008 pukul 9:07 am

    padahal dunia itu ga ada apa-apanya ya????

  37. 37 R.Tegar Januari 15, 2008 pukul 10:32 am

    s’moga padang dalane….

  38. 38 raddtuww tebbu Januari 15, 2008 pukul 10:58 am

    semoga Tuhan memberikan yang terbaik,,
    Untuk Pak Harto,,
    Untuk Kita,,
    dan,,
    Untuk Rakyat Indonesia,,

  39. 39 calonorangtenarsedunia Januari 15, 2008 pukul 11:34 am

    Mau mati aja kok repot.

    Waktu idup ngerepotin rakyat, sakit ngerepotin rakyat, mau mati ya ngerepotin lagi.

    Mudah2an dipermudah meninggalnya, biar gimana juga jasanya udah banyak buat Indonesia.

    Well, waktu dia jadi presiden dolar cuma Rp. 1.500 :mrgreen:

  40. 40 FraterTelo Januari 15, 2008 pukul 1:54 pm

    mungkin benar ungkapan ” semakin banyak hartamu, semakin besar cobaanmu. dan di mana hartamu tinggal di situlah hatimu berada”.

    Pak Harto?

  41. 41 stey Januari 15, 2008 pukul 2:48 pm

    Pak harto?
    Ah saya mah ga pernah punya kompetensi cukup buat berbicara tentang beliau..
    Intinya sebagai pribadi saya memaafkan beliau, tapi tetep saya pengen liat hukum ditegakkan..

  42. 42 undercover Januari 16, 2008 pukul 12:01 am

    *Siul-siul sambil nyanyi penggalan lagu cukup siti nurbaya*

    “wow.. memang dunia buramkan satu logika, seolah-olah hidup kita ini hanya ternilai sebatas rupiah.. “

  43. 43 lei Januari 16, 2008 pukul 12:24 pm

    Sangat jarang dari kita *dan saya* untuk merasa cukup dengan apa yang telah di anugrahkan olehNYA.

    *ugh..guilty, saya juga*

  44. 44 sungai Januari 16, 2008 pukul 6:01 pm

    soeharto itu…..entahlah….

  45. 45 areta Januari 17, 2008 pukul 7:59 pm

    semoga dia sempet tobat sebelum tewas…
    emang sih, kejadian2 kayak di sinetron relijius macem hidayah (penyakit miasis sebagai tanda kualat) itu kagak berlaku di dunia nyata, tapi siapa yang tau ada apa di akhirat??

  46. 46 nieznaniez Januari 18, 2008 pukul 6:10 pm

    soeharto lagi…
    jadi inget tiyap ada berita tentang dy di tipi, papa selalu tanya,”Soeharto blum meninggal ya ??”

  47. 47 dodot Januari 18, 2008 pukul 9:18 pm

    harta jangan dikejar namun biarkan atau undang dia datang.

    tapi kalau udah dapet takut tuk melepaskanya, jiwa pun enggan berpisah dari raga, gimana sich???

  48. 48 Hair Januari 19, 2008 pukul 3:47 am

    kasihan pak harto -sambil nangis-

  49. 49 atmo4th Januari 19, 2008 pukul 6:50 pm

    itulah manusia, tak akan pernah puas.

  50. 50 tikabanget™ Januari 19, 2008 pukul 10:20 pm

    @deking :
    ah, sok sibuk mulu masnya ituh..

    yasudah, siapa tho yang pengen mati tanpa ngerasa udah hidup bermakna..

    **cuih, sok bijak sayah inih..*

  51. 51 raddtuww tebbu Januari 21, 2008 pukul 12:43 pm

    lalu,, apa kabar pak harto??

  52. 52 renny Maret 16, 2008 pukul 1:02 pm

    wualah…senenglah banyak harta bisa bebuat lebih manfaat…nggak masalah kan..!bahagia & nikmati hidup, semangat memandang hidup, horeee! mending maki diri sendiri..he..he..


  1. 1 Akhirnya Aku Kembali « Atap Senja Lacak balik pada Januari 14, 2008 pukul 3:29 am

Tinggalkan Balasan




Disclaimer

Bukankah semua yang ada didunia ini sudah ada diciptakan oleh Yang Maha Pencipta, kita tinggal membacanya. Masalah intrepetasi itu benar atau salah adalah urusan kita, bagaimana ketika kita belajar membaca itu. Bagaimana sebelum kita bisa membaca dengan benar, kita juga berpikir dengan benar. Gusti Ora Sare.. Untuk Sebuah Kebaikan yang Lebih besar harus melalui cara yang lebihbaik. Silakan berbincang dengan saya di YM: sigma_aurum
Teman-teman UNS, kita ngeblog yuk!
Photobucket
segala tulisan dan khayalan dalam tulisan ini dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, jadi kalau Kopi Paste liat kanan kiri dulu. Kalau tulisanya dimuat di media saya dikasih tahu yak!

 

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Fauzansigma Aurum's Facebook profile

a

proudly present

Add to Technorati Favorites

Subscribe in NewsGator Online

Add to My AOL