Sepulang kampus Nusa mampir ke sebuah toko klontong yang lumayan besar disudut pertigaan jalan yang berhadapan langsung dengan salah satu pesantren hebat di Kota Solo. Memasuki toko yang dagangan klontong nya lumayan lengkap dan murah, pokoknya mahasiswa banget, ditambah dengan penjual toko yang seorang gadis muda berjilbab putih, dan kelihatanya sangat berkomitmen untuk menjaga harga dirinya, menyentuh tangan pelanggan dengan tidak sengaja pun dia hindari. Berdiri tiga langkah di depan Nusa, sepertinya keluarga muda, seorang istri yang sedang mengorder belanjaan , seorang Bapak gendut yang perutnya selangkah lebih maju daripada kakinya, berkaca mata dan berkumis tipis, dibawahnya ada seorang anak kecil kira-kira berumur 6 – 7 tahun.
Setelah mengorder beberapa belanjaan yang dimasukan ke dalam plastik hitam besar, entah apa itu, kemudian Ibu dari anak kecil tersebut membayarkan belanjaan tersebut, tiba-tiba si Bapak nunjuk sesuatu dan dimasukan pula sesuatu itu kedalam plastik belanjaan tersebut, lalu berkata pada gadis penjaga toko tersebut “Mbak, saya minta Nota Kosongnya ya, dikosongin aja, tapi di Cap ya..”
Gadis muda penjaga toko berparas tirus tersebut sejenak bengong, entah kenapa, namun harus diulang dua kali kata-kata bapak tersebut “ nota kosong mbak..nota kosong tapi di Cap toko ini”
“oh, sebentar” entah apa yang dipikirkan gadis itu, dengan agak ragu gadis itu membela hati nurani nya untuk menolak ke bohongan yang akan terjadi dengan NOTA KOSONG.
Nusa yang dengan muka kucel dan rambut acak-acakan masih membawa ransel kebangganya itu hanya berdoa, semoga anak da istri Bapak itu tidak menjadi penikmat NOTA KOSONG hanya untuk sekedar mengisi perut kosong, dari KEPALA KOSONG sang Pencari Nota Kosong.










heran juga, habis belanja kok minta nota kosong. Ini UUD lage, halah, ujung2nya duit. agaknya virus korupsi telah merambah ke berbagai sektor kehidupan. moga2 ndak menular ke anak cucu, yak. mas sigma jangan niru2 tuh, hehehehehe
harusnya kita merasa cukup walaupun tidak berkecukupan. dan merasa berlebihan pada saat kita berkecukupan.
salam kenal
Sebuah fenomena yang sering saya lihat di sekitar.
Suaru hari seorang sopir memberikan nota pembelian bensin, yang ternyta harganya tidak sesuai dengan jarum indikator di dashboard. Sejenak perasaan curiga dan benci langsung mengalir deras di dalam darah.
Malam itu meeting berlanjut hingga larut malam, sang sopir tetap setia menunggu di parkiran sambil menjaga mobil dengan menahan kantuk dan lapar.
Mencuri uang dari majikannya memang perbuatan tercela, tetapi membiarkan seorang sopir menunggu hingga larut malam tanpa memperhatikan kebutuhannya adalah lebih tercela lagi.
itulah, di sisi lain kita teriak anti korupsi, tapi watak kita sendiri belum mampu dirobah…
sebuah kejamakan yang lain…
bahkan prajurit seperti saya, pernah pula memintanya…
andaikan para jendral tau…
atau haruskah saya pensiun jadi prajurit…???
aneh,
tapi memang semua orang bisa menjadi aneh jika yang di jalani berkaitan dengan perut.
Semoga kita selalu terlindung darinya
Amin
Sama-sama kosong seh…., setahu saya NOTA KOSONG itu nanti akan diisi OMONG KOSONG oleh si OTAK KOSONG…yach namanya juga kosong, Semoga di negara ini masih ada mahkluk yang bernama manusia bukan KOSONG.
BTW….fotonya mirip Ivan Gunawan…saudarakah?
Mungkin lagi ke-kosong-an dompet. Makanya minta cek kosong. Biar sama sama kosong. Dan kekosongan itu akan diisi oleh yang kosong tadi. Salam… :d
ternyata budaya korupsi dimulai dari sebuah hal remeh remeh..
cilakanya bangsa ini
minimal kita ga jadi orang yang jadi penambah jumlah yang korupsi
Ehm…kebiasaan yang sdh sulit dihilangkan. Dari hal kecil macam ini, hingga akhirnya jadi korupsi besar2an dech.
*prihatin*
@ Sawali Tuhusetya : iya pak sawali sy jg ga mau brnota kosong dan omong kosong
@ santi : yup, Qonaah atau merasa cukup itu akan membuat kt smakin bahagia
@ hedwig: anda benar mas hedwig (burung hantunya HarPot, red) smoga kejadian2 sperti itu smakin mensadarkan kita, sebagai org2 yg mau berfikir lbh jauh, dan berpikir holistik, tidak akan melakukan hal yg sama, apalgi memberi contoh yg tdk baik ke generasi penerus kita nanti..
@ isnuansa: betul, jadi, gini : JANGAN ASAL NGOMONG DAN JANGAN ASAL DIAM ya kan..
@ goop: lho mas goop prajurit ya? humm, smoga para jendral ga tau, hehe…becnda mas..
@ daeng limpo: daeng benar..smoga anak-anak kita dan saudara kita dpt anugrah utk berpikir lbh dan berbuat lbh berISI…..waks…saudara dari mbah adam dlu itu daeng, eh ivan gunawan itu yg mna yah? yg main suka di tipi itu bukan, mksdnya di INSERT itu? wuah, kejauhan…
@ ghira: walopun kosong, tapi jgn dibalas dengan otak kosong donk
@ Iman: ya pak, 3 M kan…memulai dari hal yg kecil dan seterusnya, kata AA Gym yg udah hampir punah
@ moch. iqbal chahyadi: sya jg sedang berdoa ttg itu mas
@ ina: smoga keprhatinan anda spt kita realisasikan
“….Nusa yang dengan muka kucel dan rambut acak-acakan masih membawa ransel kebangganya itu hanya berdoa….”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
kalo mau berdoa, tidak boleh kucel….
sana mandi dulu…..
wah biasa itu mas, jamak di lakukan nyaris semua orang yang ingin cepat kayak mendadak haha
salam kenal
Mau cek kosong?
Wah, kosong yang menjerumuskan.
Padahal saya juga lagi mengejar kekosongan nih.
benih korupsi
hal kayak gini udah biasa. tapi semoga si mbak penjaga toko ga ngasih nota kosongnya…
wajar klo minta nota kosong
Korupsi! dan aku paling benci manusia yang meminta nota kosong kemudian diisi dengan hati yang kosong.
mungkin yang lebih bahaya ‘cap’ nya itu..
Suatu hari, kami berempat sedang survey tempat untuk meeting dewan komisaris di daerah Bandungan, Ambarawa. Selesai survey, kami langsung ngelencer ke tempat wisata lainnya, berhubung memang hari libur, jadi nggak perlu balik kantor. Pulangnya, kami ngisi bensin di Jalan Magelang. Agar bisa diklaimkan ke perusahaan, kami mintakan nota. Karena dalam pikiran kami, separuh perjalanan adalah dinas, dan separuh lagi jengjeng (bukan dot matriphe dot com!), maka, kami cuma minta pelayan SPBU menuliskan separuh saja dari total belanja bensin kami. Lha si pelayan malah bengong, sambil berkata, mas, biasanya itu ngisi dua puluh liter minta ditulis limapuluh liter, lha ini kok kuwalik???
Semoga Allah mengampuni dosa si bapak itu dan mengembalikannya ke jalan yang benar.
Si gadis berjilbab ngasih ngga notanya? (kan belum terjawab tuh)
Apakah itu penyakit yang mewabah dimana-mana ya…???
Jadi inget pas dulu di Fakultas….. kasus yang sama…. semoga gadisnya ga ngasi. Ato kalo ngasi semoga sang bapak bisa menggunakanya secara semestinya