NOTA KOSONG DAN OTAK KOSONG

Sepulang kampus Nusa mampir ke sebuah toko klontong yang lumayan besar disudut pertigaan jalan yang berhadapan langsung dengan salah satu pesantren hebat di Kota Solo. Memasuki toko yang dagangan klontong nya lumayan lengkap dan murah, pokoknya mahasiswa banget, ditambah dengan penjual toko yang seorang gadis muda berjilbab putih, dan kelihatanya sangat berkomitmen untuk menjaga harga dirinya, menyentuh tangan pelanggan dengan tidak sengaja pun dia hindari. Berdiri tiga langkah di depan Nusa, sepertinya keluarga muda, seorang istri yang sedang mengorder belanjaan , seorang Bapak gendut yang perutnya selangkah lebih maju daripada kakinya, berkaca mata dan berkumis tipis, dibawahnya ada seorang anak kecil kira-kira berumur 6 – 7 tahun.

Setelah mengorder beberapa belanjaan yang dimasukan ke dalam plastik hitam besar, entah apa itu, kemudian Ibu dari anak kecil tersebut membayarkan belanjaan tersebut, tiba-tiba si Bapak nunjuk sesuatu dan dimasukan pula sesuatu itu kedalam plastik belanjaan tersebut, lalu berkata pada gadis penjaga toko tersebut “Mbak, saya minta Nota Kosongnya ya, dikosongin aja, tapi di Cap ya..”

Gadis muda penjaga toko berparas tirus tersebut sejenak bengong, entah kenapa, namun harus diulang dua kali kata-kata bapak tersebut “ nota kosong mbak..nota kosong tapi di Cap toko ini”

“oh, sebentar” entah apa yang dipikirkan gadis itu, dengan agak ragu gadis itu membela hati nurani nya untuk menolak ke bohongan yang akan terjadi dengan NOTA KOSONG.

Nusa yang dengan muka kucel dan rambut acak-acakan masih membawa ransel kebangganya itu hanya berdoa, semoga anak da istri Bapak itu tidak menjadi penikmat NOTA KOSONG hanya untuk sekedar mengisi perut kosong, dari KEPALA KOSONG sang Pencari Nota Kosong.

25 Tanggapan ke “NOTA KOSONG DAN OTAK KOSONG”


  1. 1 Sawali Tuhusetya Januari 24, 2008 pukul 11:59 pm

    heran juga, habis belanja kok minta nota kosong. Ini UUD lage, halah, ujung2nya duit. agaknya virus korupsi telah merambah ke berbagai sektor kehidupan. moga2 ndak menular ke anak cucu, yak. mas sigma jangan niru2 tuh, hehehehehe :lol:

  2. 2 Santi Januari 25, 2008 pukul 1:56 am

    harusnya kita merasa cukup walaupun tidak berkecukupan. dan merasa berlebihan pada saat kita berkecukupan.

    salam kenal :)

  3. 3 Hedwig™ Januari 25, 2008 pukul 8:42 am

    Sebuah fenomena yang sering saya lihat di sekitar.

    Suaru hari seorang sopir memberikan nota pembelian bensin, yang ternyta harganya tidak sesuai dengan jarum indikator di dashboard. Sejenak perasaan curiga dan benci langsung mengalir deras di dalam darah.

    Malam itu meeting berlanjut hingga larut malam, sang sopir tetap setia menunggu di parkiran sambil menjaga mobil dengan menahan kantuk dan lapar.

    Mencuri uang dari majikannya memang perbuatan tercela, tetapi membiarkan seorang sopir menunggu hingga larut malam tanpa memperhatikan kebutuhannya adalah lebih tercela lagi.

  4. 4 isnuansa Januari 25, 2008 pukul 9:20 am

    itulah, di sisi lain kita teriak anti korupsi, tapi watak kita sendiri belum mampu dirobah…

  5. 5 Goop Januari 25, 2008 pukul 9:21 am

    sebuah kejamakan yang lain…
    bahkan prajurit seperti saya, pernah pula memintanya…
    andaikan para jendral tau…
    atau haruskah saya pensiun jadi prajurit…???

  6. 6 anas Januari 25, 2008 pukul 10:02 am

    aneh,
    tapi memang semua orang bisa menjadi aneh jika yang di jalani berkaitan dengan perut.
    Semoga kita selalu terlindung darinya :D
    Amin

  7. 7 daeng limpo Januari 25, 2008 pukul 10:54 am

    Sama-sama kosong seh…., setahu saya NOTA KOSONG itu nanti akan diisi OMONG KOSONG oleh si OTAK KOSONG…yach namanya juga kosong, Semoga di negara ini masih ada mahkluk yang bernama manusia bukan KOSONG.

  8. 8 daeng limpo Januari 25, 2008 pukul 11:01 am

    BTW….fotonya mirip Ivan Gunawan…saudarakah?

  9. 9 Ghira Januari 25, 2008 pukul 12:47 pm

    Mungkin lagi ke-kosong-an dompet. Makanya minta cek kosong. Biar sama sama kosong. Dan kekosongan itu akan diisi oleh yang kosong tadi. Salam… :d

  10. 10 Iman Januari 25, 2008 pukul 1:12 pm

    ternyata budaya korupsi dimulai dari sebuah hal remeh remeh..
    cilakanya bangsa ini

  11. 11 moch. iqbal chahyadi Januari 25, 2008 pukul 2:39 pm

    minimal kita ga jadi orang yang jadi penambah jumlah yang korupsi

  12. 12 Ina Januari 25, 2008 pukul 4:40 pm

    Ehm…kebiasaan yang sdh sulit dihilangkan. Dari hal kecil macam ini, hingga akhirnya jadi korupsi besar2an dech.

    *prihatin*

  13. 13 fauzansigma Januari 26, 2008 pukul 1:08 am

    @ Sawali Tuhusetya : iya pak sawali sy jg ga mau brnota kosong dan omong kosong
    @ santi : yup, Qonaah atau merasa cukup itu akan membuat kt smakin bahagia
    @ hedwig: anda benar mas hedwig (burung hantunya HarPot, red) smoga kejadian2 sperti itu smakin mensadarkan kita, sebagai org2 yg mau berfikir lbh jauh, dan berpikir holistik, tidak akan melakukan hal yg sama, apalgi memberi contoh yg tdk baik ke generasi penerus kita nanti..
    @ isnuansa: betul, jadi, gini : JANGAN ASAL NGOMONG DAN JANGAN ASAL DIAM ya kan..
    @ goop: lho mas goop prajurit ya? humm, smoga para jendral ga tau, hehe…becnda mas..
    @ daeng limpo: daeng benar..smoga anak-anak kita dan saudara kita dpt anugrah utk berpikir lbh dan berbuat lbh berISI…..waks…saudara dari mbah adam dlu itu daeng, eh ivan gunawan itu yg mna yah? yg main suka di tipi itu bukan, mksdnya di INSERT itu? wuah, kejauhan…
    @ ghira: walopun kosong, tapi jgn dibalas dengan otak kosong donk
    @ Iman: ya pak, 3 M kan…memulai dari hal yg kecil dan seterusnya, kata AA Gym yg udah hampir punah
    @ moch. iqbal chahyadi: sya jg sedang berdoa ttg itu mas
    @ ina: smoga keprhatinan anda spt kita realisasikan

  14. 14 antarpulau Januari 26, 2008 pukul 1:34 am

    “….Nusa yang dengan muka kucel dan rambut acak-acakan masih membawa ransel kebangganya itu hanya berdoa….”

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    kalo mau berdoa, tidak boleh kucel….
    sana mandi dulu…..
    :mrgreen:

  15. 15 kw Januari 26, 2008 pukul 4:03 am

    wah biasa itu mas, jamak di lakukan nyaris semua orang yang ingin cepat kayak mendadak haha
    salam kenal

  16. 16 Goenawan Lee Januari 26, 2008 pukul 6:33 am

    Mau cek kosong? :mrgreen:

  17. 17 danalingga Januari 26, 2008 pukul 7:02 am

    Wah, kosong yang menjerumuskan.

    Padahal saya juga lagi mengejar kekosongan nih. :D

  18. 18 Abeeayang™ Januari 26, 2008 pukul 7:15 am

    benih korupsi :-(

  19. 19 cK Januari 26, 2008 pukul 7:26 am

    hal kayak gini udah biasa. tapi semoga si mbak penjaga toko ga ngasih nota kosongnya… :(

  20. 20 dobelden Januari 26, 2008 pukul 10:55 am

    seorang Bapak gendut yang perutnya selangkah lebih maju daripada kakinya, berkaca mata dan berkumis tipis

    wajar klo minta nota kosong :lol:

  21. 21 atapsenja Januari 26, 2008 pukul 12:18 pm

    Korupsi! dan aku paling benci manusia yang meminta nota kosong kemudian diisi dengan hati yang kosong.

  22. 22 Ari Wibowo Januari 26, 2008 pukul 4:28 pm

    mungkin yang lebih bahaya ‘cap’ nya itu..

  23. 23 Dee Januari 30, 2008 pukul 11:12 pm

    Suatu hari, kami berempat sedang survey tempat untuk meeting dewan komisaris di daerah Bandungan, Ambarawa. Selesai survey, kami langsung ngelencer ke tempat wisata lainnya, berhubung memang hari libur, jadi nggak perlu balik kantor. Pulangnya, kami ngisi bensin di Jalan Magelang. Agar bisa diklaimkan ke perusahaan, kami mintakan nota. Karena dalam pikiran kami, separuh perjalanan adalah dinas, dan separuh lagi jengjeng (bukan dot matriphe dot com!), maka, kami cuma minta pelayan SPBU menuliskan separuh saja dari total belanja bensin kami. Lha si pelayan malah bengong, sambil berkata, mas, biasanya itu ngisi dua puluh liter minta ditulis limapuluh liter, lha ini kok kuwalik???

  24. 24 Nin Februari 4, 2008 pukul 9:28 am

    Semoga Allah mengampuni dosa si bapak itu dan mengembalikannya ke jalan yang benar.
    Si gadis berjilbab ngasih ngga notanya? (kan belum terjawab tuh)

  25. 25 mutiatun Maret 27, 2008 pukul 10:13 am

    Apakah itu penyakit yang mewabah dimana-mana ya…???
    Jadi inget pas dulu di Fakultas….. kasus yang sama…. semoga gadisnya ga ngasi. Ato kalo ngasi semoga sang bapak bisa menggunakanya secara semestinya


Tinggalkan Balasan




Disclaimer

Bukankah semua yang ada didunia ini sudah ada diciptakan oleh Yang Maha Pencipta, kita tinggal membacanya. Masalah intrepetasi itu benar atau salah adalah urusan kita, bagaimana ketika kita belajar membaca itu. Bagaimana sebelum kita bisa membaca dengan benar, kita juga berpikir dengan benar. Gusti Ora Sare.. Untuk Sebuah Kebaikan yang Lebih besar harus melalui cara yang lebihbaik. Silakan berbincang dengan saya di YM: sigma_aurum
Teman-teman UNS, kita ngeblog yuk!
Photobucket
segala tulisan dan khayalan dalam tulisan ini dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, jadi kalau Kopi Paste liat kanan kiri dulu. Kalau tulisanya dimuat di media saya dikasih tahu yak!

 

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
Fauzansigma Aurum's Facebook profile

a

proudly present

Add to Technorati Favorites

Subscribe in NewsGator Online

Add to My AOL