Semangat Kawan!

Kawan apakah kau dengar kata mereka? Orang –orang yang berteriak di pinggir jalan membawa poster-poster yang menyuarakan hati nurani mereka melawan kezaliman. Mereka adalah bulir-bulir tinta emas yang membuka labirin pemikiran dan spektrum kehidupan yang semakin tidak menentu arahnya, mereka menuliskan setiap langkah demi langkah mereka dalam lembaran-lembaran putih yang dihiasi dengan bingkai indah perubahan, lembar demi lembar mereka tuliskan setiap jengkal langkah gerak mereka.

Tidak peduli apa kata dunia nyata tentang omong kosong idealisme yang nantinya akan termakan kenyataan. Mereka hanya lah nurani, mereka hanya mencoba meneriakan kebenaran, dengan darah yang mengalir dari alveoli ke jantung mereka , dengan keringat yang mengalir melalui kelenjar ekskresi mereka, dengan setiap Adenosin TriPhospat yang mereka keluarkan sepenuh hati dan keihklasan dari tulus hati perjuangan mereka, setiap langkah mereka adalah tinta emas tulisan sang waktu. Bagaikan adrenalin yang memompa emosi dan kelenjar-kelenjar semangat, sepenuh hati perjuangan mereka disatukan dalam barisan-barisan rapi yang melangkah indah bagai padi-padi disawah yang dihembus angin timur. Dalam barisan dengan satu komandan yang membawa panji-panji kebenaran sehingga melahirkan jiwa-jiwa yang kokoh membawa arah perjuangan ini.

Tak berharap balasan atas jasa-jasa, tak menunggu upah hingga keringat mereka kering, tak menunggu waktu memberikan ganjaran yang setimpal, namun hanya ketulusan yang akan berbalas firdaus. Hanyalah berharap pelangi kehidupan yang terususun dari spektrum warna yang berbeda-beda sehingga tersusun dalam damai menghiasi bumi kelahiran mereka. Hanyalah senyum seorang sahabat kecil mereka yang menari-nari dibawah gemericik air hujan persahabatan, hanyalah masa depan penuh cinta bumi pertiwi, hanyalah moralitas yang berlandaskan nurani setiap kafilah penunggu 17.000 lebih pulau di bumi pertiwi, hanyalah tangis bahagia Homo sapiens tua dan keriput yang melihat cucu dan cicitnya generasi ke sekian ratusnya dapat mengenyam majlis – majlis ilmu disetiap pelosok nusantara.

Semua disini akan berawal , mulai 5 Februari 2008 dalam barisan-barisan rapi, BEM UNS akan mengawal sang waktu menghadapi rona-rona kehidupan. Memerintahkan parasit, toksin, dan patogen jiwa manusia pergi dari cawan jati diri dan meyambut hangat sapaan dan pelukan kawan-kawan mereka yang bernama semangat, konsistensi diri, komitmen, responsibility, dedikasi, keihklasan, pengorbanan, dan loyalitas yang akan menemani perjalanan mereka dalam lembaran-lembaran sejarah yang tidak akan pernah hilang dari catatan malaikat pencatat perbuatan manusia.

berita disini

59 Tanggapan ke “Semangat Kawan!”


  1. 1 qzink666 Februari 8, 2008 pukul 1:26 am

    Ah ya, terus berjuang dan istiqomah pada idealisme dan semoga tak pernah runtuh dan kemudian ikut-ikutan melacur di ketiak pemerintahan.. :D

  2. 2 bedh Februari 8, 2008 pukul 1:42 am

    huhuhuhu
    tetap semangat…….

    beda semangat ma emosi dimana yah mas?

  3. 3 Sawali Tuhusetya Februari 8, 2008 pukul 2:07 am

    mahasiswa harus tetap semnagth memiliki idealisme mas sigma. jangan hanya mikiran SKS mlulu. ada kalanya perlu turun ke jalan, mendengarkan jerit dan tangis rakyat yang sekian lama luput diperhatikan oleh wakil-wakil mereka yang duduk di kursi empuk dalam singgasana di senayan sono! Ayooo, semangathhh!

  4. 4 aRuL Februari 8, 2008 pukul 2:58 am

    Selamat Kawan menjadi Mendagri… semoga amanah2nya dilancarkan.
    saya sudah meninggalkan kegiatan di BEM lebih berkonsentrasi ke menyelesaikan kuliah…

  5. 5 sibermedik Februari 8, 2008 pukul 6:27 am

    Jangan terlalu lama terbelenggu & berkutat di menara gading (baca:kampus) yang penuh idealitas..
    Terjun dan aplikasikan ilmu2 yang telah kamu miliki untuk memecahkan realita2 di masyarakat..

  6. 6 tata Februari 8, 2008 pukul 6:55 am

    Sekarang jad nggak ngerti …. demo yang dilakukan sekarang apakah murni karena ditindas atau alat agar yang berdemo dianggap memperjuangkan sesuatu. Padahal mencari jalan keluar nggak perlu berdemo kan ??

  7. 7 Abeeayang™ Februari 8, 2008 pukul 7:33 am

    selamat san semangat kawan… :D

  8. 8 Payjo Februari 8, 2008 pukul 7:50 am

    Seperti baca LP.
    Selamat dan semangat oom Fauzan. Allah bersama orang-orang baik.

  9. 9 dobelden Februari 8, 2008 pukul 10:11 am

    semoga idealisme tidak tergerus oleh realita hidup suatu saat nanti :)

  10. 10 verlita Februari 8, 2008 pukul 10:35 am

    semangat dan pantang menyerahhhh!!!!

  11. 11 ayaelectro Februari 8, 2008 pukul 11:22 am

    semangat deh. idealisme lgi dibutuhin di zaman sekarang ini. tukeran link yok. hehe.

  12. 12 baliazura Februari 8, 2008 pukul 12:43 pm

    ayoooooo….tetap semangatttttttt

  13. 13 Hair Februari 8, 2008 pukul 1:04 pm

    Jadi ceritanya lagi demo Nich?
    Semangat juga kawan dalam menyemangati kawan-kawanmu yang ikut menyuarakan kebenaran tanpa mengharap imbalan balas jasa
    Semangat!!!!!!!!!!

  14. 14 isnuansa Februari 8, 2008 pukul 2:40 pm

    Semangat dan idealisme yang dimiliki saat ini, semoga masih tetap bisa konsisten ketika memasuki dunia kerja :)

  15. 15 ridu Februari 8, 2008 pukul 3:00 pm

    OK semangat! HIDUP MAHASISWA!!

  16. 17 Mrs. Fortynine Februari 8, 2008 pukul 5:10 pm

    dalam artikel apapun, kenapa saya selalu mendapati senyawa kimia disebutkan ya?

    :D

  17. 18 Niy..mO Februari 8, 2008 pukul 6:36 pm

    Hidup adalah nyata..
    dan nyata adalah tindakan…
    so…teruslah berjuang..krn dgn perjuangan, ak yakin..
    akan ada sesuatu yang sangat lebih berharga menantimu…;)

  18. 19 ina Februari 8, 2008 pukul 7:21 pm

    SEMANGAT….!!! *ikutan bawa spanduk*

  19. 20 Tao - TSM Februari 8, 2008 pukul 8:13 pm

    Hhhmmmmmm……………….

  20. 21 bimaconcept Februari 8, 2008 pukul 10:41 pm

    yes,,,,ikutan aja deh sama yang udah nulis diatas..

    liat2 blog gw juga dong bos…hik hik

  21. 22 franya Februari 8, 2008 pukul 10:57 pm

    kehidupan itu sesuatu yang indah.. nikmati aja lagi.. elo gak mungkin hidup 2x dgn kondisi yang sama. tul gak???

  22. 23 antarpulau Februari 9, 2008 pukul 12:16 am

    “………Dengan darah yang mengalir dari ALVEOLI ke jantung mereka , dengan keringat yang mengalir melalui KELENJAR EKSKRESI mereka, dengan setiap ADENOSIN TRIPHODPST yang mereka keluarkan……..”

    Lidah saya sampe keseleo baca kalimat2 itu….?? :mrgreen:

  23. 24 hamlennon Februari 9, 2008 pukul 9:49 am

    Gambarnya orang demo, tapi tulisannya tidak terlalu menjurus kesana. Lebih ke Pelantikan BEM. So, selamat berjuang kawan2, laksnakan sebuah sistem Student Government yang ideal sesuai dengan mimpi2mu. Janganlah terjebak dalam pragmatisme karena kita berjuang demi rakyat indonesia. Hidup Mahasiswa, Hidup Bangsa Indonesia!!!

  24. 26 Cabe Rawit Februari 9, 2008 pukul 10:30 am

    Iya, semangat….!!! Bersemangat seperti mahasiswa HKBP medan yang ngeberantakin kampusnya sendiri, ato mahasiswa UNHAS yang terus berantem antar fakultas…!!! Ayo semangat :mrgreen:

  25. 27 alfaroby Februari 9, 2008 pukul 12:50 pm

    wah, domo di pinggir jalan ya…
    sebenarnya saya penyikapi pendemo itu dengan 2 hal…:

    yang pertama betul gak kalau mereka bedemo dan malahan membuat resah masyarakat sekitar.. membuat macet transportasi jalan… apakah itu masih dianggap benar

    yang kedua : beneran gak semua yang demo tersebut tahu benar benar apa yang di “demokannya” ataukah hanya sekedar ikut ikutan balaka tidak tahu maksud berdemonya

  26. 28 realylife Februari 9, 2008 pukul 6:00 pm

    hidup semangat , karena semangat itu apapun dan dalam bentuk apapun.
    semoga perjuangan karena semangat menemukan tujuan akhir.
    terima kasih sudah mampir di blog saya

  27. 29 fauzansigma Februari 10, 2008 pukul 1:50 pm

    @ semuanya: semangat pasti kawan! dan utk yg komen ttg demo.. ini bukan posting ttg demo kawan.. well, perspektif kita blm sama ya ttg demonstrasi dan identitas mahasiswa..yg jelas utk saya demo turun ke jalan adalah salah satu.. ingat salah satu cara menyikapi isu agar dpat terwacanakan ke publik.. dan demo adalah jalan terkahir, yaa..jalan terakhir dalm menyikapi isu

  28. 30 Yari NK Februari 10, 2008 pukul 6:11 pm

    Yaah benar… mumpung masih mahasiswa dan masih terisi dengan idealisme, masih banyak waktu untuk menunjukkan ekspresinya guna mewujudkan idealisme tersebut. Nanti kalau sudah kerja dan berkeluarga sepertinya sudah tidak banyak waktu lagi, waktu banyak digunakan untuk mencari nafkah dan memperhatikan kesejahteraan keluarga jasmani dan rohani.

    Selamat berjuang mewujudkan idealisme….

  29. 31 yati Februari 10, 2008 pukul 6:13 pm

    OOT…thanks dah mampir ke blog gw, walopun gw rada bingung ma comment-nya :)

    atau mampir ke blog yg ini aja: http://bergerak.blogspot.com

  30. 32 Nin Februari 10, 2008 pukul 9:25 pm

    Hm….
    Rasanya sudah lama saya gak ikutan demo….
    Jadi kangen…
    (kangen kok sama demo)

  31. 33 fauzansigma Februari 10, 2008 pukul 10:08 pm

    @ Yari NK, Yati dan Nin: siap, iya makanya sy gunakan waktu2 paling indah di dunia ini untuk melalanglang buana di simulasi dunia nyata ini..ini bkn posting ttg demo lho ya

  32. 34 Somba Mual Februari 10, 2008 pukul 10:19 pm

    apakah kau masih percaya? aku tak percaya lagi pada orasi dan janji-janji kawan. kita terlalu mudah ditunggangi..

  33. 35 sasongko Februari 10, 2008 pukul 10:46 pm

    Semangat!
    Asal enggak dicampuri kepentingan pribadi.

    eh, ngomong2 yang pada demo di tahun 1998 skr pada dimana/kemana yah?

    suka baca kahlil ya mas?

  34. 36 cempluk Februari 11, 2008 pukul 7:12 am

    ayo semangat !!!

    perjuangan kita sebagai mahasiswa blm berhenti sampai disni..masih banyak PR kita dlam menanggulangi kemelut negeri ini..

  35. 37 syelviapoe3 Februari 11, 2008 pukul 2:47 pm

    Semangat! Semoga tetap dalam idealisme yang sesungguhnya…tidak bercampur dengan “kepentingan-kepentingan yang tidak bertanggung jawab”

    Always…Luruskan niat…wahai pemuda-i!

  36. 40 fira Februari 11, 2008 pukul 7:55 pm

    Ass,Selamat berjuang buat fauzan dan tetap semangat mengejar cita-cita oke man?….see u next time…..Wassalam.

  37. 41 antarpulau Februari 12, 2008 pukul 12:21 am

    “……….
    Tidak peduli apa kata dunia nyata tentang omong kosong idealisme yang nantinya akan termakan kenyataan…….”

    bener itu…..
    yang namanya kenyataan itu mengandung berbagai hal….. very complicated… :)
    dari sini kita bisa belajar, bahwa memiliki idealisme itu bagus… tapi lebih bagus utk menyusuri kenyataan dan… »»»» terus belajar sekalipun kenyataan yg dihadapi tidak sesuai idealisme… :)

    *bener gak sih…??? :mrgreen: *

  38. 42 un-name Februari 12, 2008 pukul 5:57 pm

    jadi orang idealis sih bagus..tapi ya realistis donk kawan. klo semua hal m pandang degan idealisme, mana ada produksi dan konsumsi dala sebuah negara kawan,,,
    hidup kapitalis!!

  39. 43 un-name Februari 12, 2008 pukul 6:07 pm

    kaissian mereka..pada kurus2..

  40. 47 Herusastro Februari 13, 2008 pukul 12:10 am

    Sory salah tempat… ma sigma aklo u cari hosting gratisan ada di http://www.000webhost.com/

  41. 49 not important Februari 14, 2008 pukul 3:58 pm

    idealisme tanpa didasari dengan makna ibadah hanya akn percuma di telan kebohongan saat kenyatan di depan mata..
    but actually keep moving bro..
    tetap bergerak kawal perubahan!

  42. 51 ario dipoyono Februari 17, 2008 pukul 12:08 pm

    yup mengapa seringkali suara rakyat tidak di dengar kan oleh anngota dewan yang terhormat… salah siapa kawan ?

  43. 52 fauzansigma Februari 18, 2008 pukul 4:14 pm

    UPDATE..UPDATE…..!!
    SEMINGGU LAGI KAMU GA APDET KU HAPUS BLOG INI!! CAM KAN ITU SIGMA

  44. 53 anggun pribadi Februari 18, 2008 pukul 6:11 pm

    Em… dulu pas kuliah S-1 gue bukan termasuk mahasiswa yang suka demo teriak-teriak, karena rasanya kurang pas.. lebih baik dengan cara2 yang lebih berbahaya… tulis menulis…. sayangnya dulu gue belom kenal blog.. hehehe

  45. 54 almascatie Februari 19, 2008 pukul 3:01 pm

    jadi inget “keep idealism for moving realism” di hider sayah
    :mrgreen:

  46. 55 ariefmyguitar Februari 21, 2008 pukul 12:41 am

    kawan is the best parter.. tapi kawan yang bukan makan kawan. :D top bro!!

  47. 56 fauzansigma Februari 21, 2008 pukul 9:44 am

    iya kawan, demo bukan satu solusi yg kami tawarkan untuk memberikan sebuah tawaran..
    demo hanya salah satu alternatif untuk memboomingkan sebuah isu.
    sip Almas .. cool

  48. 57 realylife Februari 21, 2008 pukul 4:24 pm

    kangen , mau istirahat sebentar
    silahkan mampir algi di tulisan ini
    makasih
    http://realylife.wordpress.com/2008/02/21/saya-mengucapkan/

  49. 58 Hasan Seru Februari 23, 2008 pukul 9:00 am

    IDEALISME tapi kudu REALISTIS…
    aku ingat waktu semester2 awal dan pertengahan 1,2,3,4 idelaisme gue gedhe banget… trus 5,6 mulai terkikis… en sekarang -8 dah mulai realistis…. heheee….

  50. 59 Dra Februari 26, 2008 pukul 9:54 am

    SEMANGADDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD


Tinggalkan Balasan




Disclaimer

Bukankah semua yang ada didunia ini sudah ada diciptakan oleh Yang Maha Pencipta, kita tinggal membacanya. Masalah intrepetasi itu benar atau salah adalah urusan kita, bagaimana ketika kita belajar membaca itu. Bagaimana sebelum kita bisa membaca dengan benar, kita juga berpikir dengan benar. Gusti Ora Sare.. Untuk Sebuah Kebaikan yang Lebih besar harus melalui cara yang lebihbaik. Silakan berbincang dengan saya di YM: sigma_aurum
Teman-teman UNS, kita ngeblog yuk!
Photobucket
segala tulisan dan khayalan dalam tulisan ini dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, jadi kalau Kopi Paste liat kanan kiri dulu. Kalau tulisanya dimuat di media saya dikasih tahu yak!

 

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
Fauzansigma Aurum's Facebook profile

a

proudly present

Add to Technorati Favorites

Subscribe in NewsGator Online

Add to My AOL