“Indonesia ini benar-benar!” dengan nada gelisah dan kecewa, “bayangkan saja, Presidenya Muslim, Wakil Presidenya muslim, Ketua MPR muslim, ketua DPR muslim tapi bagaimana logika bisa menerangkanya, Indonesia sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar dunia ini, menempati ranking ke 6 dalam kancah Perkorupsian Internasional dari 170an negara di dunia” Ujar Prof. Dr. dr. Moch Syamsulhadi, SpKJ (K) yang tidak lain tidak bukan adalah rektor UNS Solo saat memberi tausyah pengajian di Rektorat hari minggu malam (23/03).
Sebagai sebuah komunitas perguruan tinggi, UNS merupakan salah satu yang unik, karena mempunyai kultur religi yang kuat, baik dari pejabat birokrat kampus maupun mahasiswa sendiri. Setiap sebulan sekali dikalangan pejabat rektorat, dari jajaran karyawan sekelas satpam pun, hingga rektor duduk bersama untuk mengikuti pengajian rutin. Biasanya diisi oleh Ustadz – ustadz dari kalangan internal kampus sendiri, kebetulan kemarin yang ngisi Ust. Dr. Ir. Syafii, MT seorang dosen Jurusan Teknik Sipil yang menyelesaikan studi S3 nya di Kyoto Univ Jepang. Nah kebetulan saja karena jabatan struktural di lembaga kemahasiswaan saya dan beberapa teman-teman diundang, hujan rintik-rintik namun biasanya bikin orang malas keluar rumah menghadang didepan pintu rumah, namun sms dari Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS (Purek 1 UNS) langsung kepada saya siang itu kembali membangkitkan adrenalin dan mencerahkan pikiran untuk tetap menembus kelam langit dan tetesan nikmat air hujan. Subhanallah, ketemu dengan Dona (KaBiro Riset) di Porsima setelah magrib menambah semangat saya, bayangkan saja, kos-kosanya lumayan jauh dari Porsima tapi beliau tetap dengan zuhud berjalan kaki ditengah balutan udara dingin dan air hujan.
Dari forum kemarin saya dapat memetik beberapa pencerahan, pertama adalah arti sebuah pengorbanan. dalam forum itu pun Prof Syamsul menyatakan, bahwa dia juga jauh – jauh dari Klaten (sekitar 25-30km dari Kota Solo) dengan cuaca gerimis dan dingin minta ampun beliau tetap membutuhkan hadir, ” ini bukan suatu Kewajiban, ini bukan hukum fardhu kifayah, atau sunnah muakad, tapi saya Butuh”. Kesadaran seorang pemimpin, yang memegang kekuasaan utama di Universitas sebesar UNS untuk mengikuti forum ilmu agama tidak diragukan lagi, bisa jadi Lho.. misalnya rektor UNS itu bukan seseoarang yang tidak mau berkorban untuk mengikuti kajian, lalu kemudian akhlaknya kurang baik, dan diturunkan kepada orang-orang dibawahnya. Runyam sudah, nama baik sebuah Perguruan Tinggi. Pelajaran kedua adalah, kemampuan seorang akademisi yang di mix dengan kemampuan seorang Ustadz. Sebagai contoh adalah Dr. Syafi’i tadi, petinggi Perguruan Tinggi Negri yang reputasi kemampuan science dan teknologinya tidak diragukan lagi, dan juga dengan kemampuan untuk mengibangi keilmuanya tersebut dengan religi, ilmu dan amal. Sebuah master piece norma-norma kehidupan yang dapat dijadikan oleh para petinggi negara. Dalam Tausyah yang disampaikan oleh Dr. Syafii kemarin beliau berpesan bahwa Jika Umat ini masih dipegang oleh seorang yang hanya mengutamakn logika, maka kita hanya akan menunggu kehancuranya saja.










wah hebat yah seorang rektor mampu memberikan tausiyah buat orang lain
yang penting kita sama2 berfikir untuk masa depan Indonesia yang lebih baik
I LOVE UNS!
kamu sangant beruntung mempunyai rektor seperti beliau, nak ..
Rektor ITS yang dulu, Pak Nuh [sekarang Menkominfo] juga sering memberikan masukan seperti ini..
Menyejukkan!!!
suamiku juga pernah nanyak hal yg sama hikhik stress aku kalo dah ditanyak soal korupsi. putus asa
wah rektor yg bijak
Buanyak banget yang pinter2 di negeri tercinta ini,
Yang sebegitu agamisnya ya negeri kita ini barangkali,
Da’wah ya juga ada hampir disemua tempat setiap hari,
Tapi kenapa ya keburukan dan kebodohan masih saja terjadi?
biarpun tercatat sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar namun banyak yang cuman numpang di KTP tok
Andai saja saya dulu pernah mencicipi suasana kuliah di UNS mungkin alangkah bermanfaatnya untuk pembentukan karakter saya.
Perlu orang lebih banyak lagi yag seberani Rektor UNS.
Tapi lebih perlu lagi orang2 yang sudah memulai perbaikan Indonesia ini dari diri sendiri.
Lihatlah para blogger yang sudah menunjukkan karakternya yang tangguh.
Meski masih banyak blogger yang menyuguhkan berita porno (sampah) hanya untuk poularitas blognya.
Ayo bangun jiwa kita untuk Indonesia tercinta!
*inget rektor sendiri*
Ah, rektor saya sibuk dengan kegiatannya sendiri.
tapi salut buat rektormu.
eh, iya. Mudah2an bukan oto-kritik karena beliaunya masih korupsi juga.
*ditabok*
wew…
Tanya dong. Kalau negara dengan jumlah Mukmin terbesar di dunia itu di mana?
begitulah, Adik…
lebih baik kita mengaku tidak beragama selagi kita masih terperangkap dalam larangNya.
jadi jabatannya di kampus apa?
kalau saja banyak petinggi kampus bisa seperti Pak Prof. Dr. dr. Moch Syamsulhadi, SpKJ, idiom kampus sbg “agent of social change” benar2 bisa terwujud, mas sigma. sayangnya, banyak rektor yang “tiarap” ketika duduk di singgasananya, takut memberikan masukan, apalagi kritik, kepada penguasa.
sip deh, kalau punya rektor kayak gitu
susah gak ya cari pemimpin yg mau merakyat dan berhati bersih ???
*salaman sama rektor baru sekali selama kuliah yaitu pas wisuda*
kapan jadi rektor ya? btw ajak pak rektor ngeblog dong!
wah da’i yang juga rektor, kapan nih mahasiswanya jadi da’i juga
rektornya suruh nge blog tuh
@norie
negara dengan jumlah mukmin terbesar di SYURGA
hehe..
saya jadinya pengen jadi mahasiswa UNS
semoga bisa mencerahkan bangsa dan umat
merdekaaaa!
soal korupsi, fiuuuuuuh
hati2 pada kepentingan lain yang di usung dari bilik rektorat.
Pak Rektor…. selain ngasih kritik… kasih solusi dong….
*berharap*
Ngngngng… apa seperti China… satu keluarga dieksekusi mati?
Tuh kalo yang korupsi idungnya tambah panjang orang indonesia pada mancung-macung kali.hehehe
airimbang.wordpress.com
cara ampuh menangkal korupsi :
1. beli dompet yang ada tempat fotonya ( ada plastik biar fotonya kelihatan )
2. buat tulisan sebesar plastik tersebut :
SAYA MALU KORUPSI KARENA ALLAH
3. Masukkan dalam wadah foto di dompet anda.
Nah dengan itu setiap kali mau korupsi enah kecil2an atau besar sekalipun, akan bisa dihindari. kenapa ? karena setiap anda memasukkan uang PANAS tersebut ke dompet pasti membaca tulisan tersebut..
cara ini tidak mumpan untunk orang yang geblek dan tidak beragama..!!!
rektorat salah satu simbol dari tangan panjang pemerintahan. kalo ngritik pemerintahan indonesia ya berarti juga untuk rektorat.
Punggawa rektorat bersih dari korup, harusnya!!!