Utopia Jadi Negara Kaya

Melaju dengan kecepatan hampir 100 km/jam sebuah mobil CRV warna hitam dengan plat nomer belian yang sepertinya mahal, di atas panasnya aspal jalanan disekitar terminal tirtonadi Solo, menembus semua pengendara motor dan kendaraan yang lebih tak berdaya lain dengan gagahnya layaknya pak JK yang melewati Kota Jakarta yang sibuk. Berhenti di sebuah lampu merah dekat perempatan, mobil itu tetap menderu. Paradox yang kulihat saat itu adalah pemandangan seorang anak kecil, dengan baju kumal, rambut merah terbakar sinar matahari kota, dengan tanganya yang kecil menengadah ke dekat kaca mobil besar itu. Bahkan tinggi anak itu tak sampai menyentuh kaca mobil itu, ku pikir dia pasti seumuran Adik ku 4/5 tahun, jika sekolah di TK pasti masih 0 (nol) kecil, namun tuhan mentakdirkan lain. Dengan ukuran tubuh sekecil itu dia dipaksa mencari nafkah dengan profesinya sebagai pengemis jalanan Kota yang kejam ini! Wajahnya yang polos dan masih ingusan itu membuatku tak tega melihatnya, mengingatkanku pada keangkuhan manusia-manusia dzolim yang menyebabkan anak kecil yang seharusnya dapat menikmati keindahan masa kecilnya bersama teman-temanya di Bangku sekolah tapi dia DIPAKSA untuk melakukan hal yang sama sekali bukan tanggung jawabnya. Dipaksa oleh keadaan, dipaksa oleh sistem yang berjalan saat ini di negara yang katanya berkeadilan dan melindungi setiap warga negaranya, di negara yang dalam undang-undang dasarnya menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang layak.

Dengan pasrah si anak rambut kumal itu beralih meminta-minta ke pengemudi kendaraan bermotor yang lain, tanpa alas kaki dan pakaian yang layak, wajah anak itu menunjukan kengerian terhadap kenyataan, menghadapi kerasnya hidup di dunia yang serba tak pasti. Tak seorang pun memberi sepeser uang, dengan ukuran tubuhnya yang kecil ku kira sangat mudah sekali kendaraan yang tanpa toleransi berseliweran menabrak tubuh tak berdaya itu. Hati serasa gerimis melihat fenomena itu, dia adalah salah satu dari 37, 17 juta penduduk dibawah garis kemiskinan di Indonesia, tapi apakah anak seperti dia dan ibunya sudah masuk dalam data tersebut? saya kurang yakin hal itu sudah dilakukan oleh pemerintah. Apakah dia nanti juga dapat menerima BLT yang sudah digulirkan mafia-mafia barkeley itu? ah sudahlah kawan, kita doakan saja dan jadilah kamu semua menjadi orang-orang yang berpihak pada masyarakat kecil seperti contoh diatas. Sekedar ingin mengingatkan diri sendiri kok.

46 Tanggapan ke “Utopia Jadi Negara Kaya”


  1. 1 Abeeayang™ Mei 25, 2008 pukul 9:40 am

    ya, dipaksa keadaan!
    keadaan yang serba susah, serba semrawut…. :-(

  2. 2 Sawali Tuhusetya Mei 25, 2008 pukul 10:29 am

    sebuah pemandangan yang kontras, sigma. saudara2 kita yang selama ini bernasib kurang beruntung seringkali hanya jadi objek. menjelang pemilu, mereka didekati. begitu para pejabat dapat kursi, nasib mereka dilupakan. yang lebih repot, kemiskinan mereka dijual. BLT merupakan salah satu contoh, betapa kepekaan pemerintah terhadap nasib orang miskin hanya lips service. gimana tidak, kalao ternyata kompensasi BBM itu tak pernah sampai pada sasaran? *prihatin*

  3. 3 ndop Mei 25, 2008 pukul 9:22 pm

    mbok ya para direktur perusahaan itu merekrut mereka untuk bekerja yang lebih layak, dari pada minta-minta begitu??

  4. 4 regsa Mei 25, 2008 pukul 11:41 pm

    bukankah, anak-anak terlantar diasuh oleh negara..gimana sih negaramu itu :(

  5. 5 indra1082 Mei 26, 2008 pukul 10:32 am

    Pemandangan yang menyedihkan diera serba canggih seperti sekarang

  6. 6 pelangi nurani Mei 26, 2008 pukul 10:58 am

    Itu hanya satu dari seribu bahkan sejuta kejadian serupa yang terjadi di tempat-tempat yang berbeda Z…

  7. 7 achoey sang khilaf Mei 26, 2008 pukul 12:54 pm

    emang benar
    postinganmu selalu bermuatan kritikan yg membangun dik :)

  8. 8 freshblot Mei 26, 2008 pukul 3:41 pm

    ALIHKAN BLT Menjadi PADAT KARYA…. !!!!!!!!!!!

  9. 9 qizinklaziva Mei 26, 2008 pukul 4:05 pm

    rakyat itu seperti ganjal kursi, dibutuhkan saat kursinya akan roboh. Tapi digencet saat diduduki… ah malang benar nasibmu… rakyat! :D

  10. 10 juliach Mei 26, 2008 pukul 8:22 pm

    Sayang anak-anak itu tidak bisa kita ambil begitu saja. Bahkan ada orang tua yang menjualnya dengan harga yang sangat mahal.

  11. 11 juliach Mei 26, 2008 pukul 8:28 pm

    @ Ndop

    Mereka itu adalah anak-anak mineur/di bawah umur. Mempekerjakan anak-anak dibawah umur termasuk dalam kategori exploitasi anak-anak dan bisa masuk dalam katagori kriminal.

    Jika ingin menolongnya, berikan hidup yang layak dan pendidikan, supaya kelak mereka dewasa bisa hidup dengan layak pula.

  12. 12 cK Mei 26, 2008 pukul 9:06 pm

    kayaknya negara ini perlu rekonstruksi UUD deh. belum lagi soal BLT, setahu saya yang dapat BLT itu yang sudah didata. yang belum ya gak dapet.. :|

  13. 13 Makhfud Mei 27, 2008 pukul 7:16 am

    BAngunlah di waktu malam
    …..
    Doakan mereka….
    doakan pemimpin negeri ini…
    Doakan orang tua mereka….

    Doakan mereka agar TUhan selamatkan mereka dari belajar mengemis.
    Doakan pemimpin kita agar mengusahakan iman dan taqwa, supaya Tuhan curahkan berkat dari langit dan bumi.
    Doakan orang tua mereka, agar bisa mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh, sabar dengan kesusahan dan tidak meminta-minta.

    Oh alangkah sayunya hatiku
    bila aku melihatkan bangsaku
    kasih sayang sesama mereka sudah musnah
    perpaduan sudah punah ranah
    bahkan berlaku di dalam bangsaku
    pergaduhan dan tipu menipu
    kasih sayang sudah tidak lagi dipeduli
    masing-masing hidup cara sendiri

    alangkah malang bangsaku
    coba bersatu tapi tak mampu
    malah makin menjauhkan antara satu sama lain
    karena kita hanya tahu menggunakan akal semata
    Tuhan tidak di bawa bersama
    Tuhan tidak diambil kira

    Sebenarnya kunci segalanya
    bila kita mnecintai Tuhan
    cintakan Tuhan perpaduan dan kasih sayang
    akan Tuhan segera menyatukan

    Oh marilah kita semua menyatukan bangsa kita
    agar bangsa dan juga negara bersatu dan berbunga semula
    rahmat Tuhan menaungi
    bumi Tuhan dirahmati
    Kasih sayang menyinari
    semua insan hidup berharmoni

    Wahai Tuhan datangkan segera
    penyelamat bagi kami semua
    menyatukan bangsa dan juga negara
    semoga hidup aman bahagia

  14. 14 wennyaulia Mei 27, 2008 pukul 9:53 am

    jadi ingat..pernah liat seorang bocah usia mungkin 5 taun.
    jualan harian J**** di salah satu perempatan di kota jogja.
    ugh, di mana orang tuanya…kasian sekali dia :sad:

  15. 15 hanggadamai Mei 27, 2008 pukul 1:39 pm

    itulah tugas kita tuk membantu sesama…

  16. 16 ratutebu Mei 27, 2008 pukul 2:06 pm

    kondisi yang teramat sangat menyedihkan ya??

  17. 17 ILYAS AFSOH Mei 27, 2008 pukul 4:28 pm

    Pak sigma,
    Anda menggugah kesadaran bahwa diantara sebagian kecil saudara kita yang makmur, ada banyak saudara kita yang nasibnya TIDAK LEBIH BAIK.

  18. 18 azaxs Mei 27, 2008 pukul 5:12 pm

    Yup… terimakasih kita telah diingatkan..
    dan semoga kita ingat akan mereka mas.. dan nasib akan bergulir memihak mereka..

    Salam perjuangan!!

  19. 19 zoel chaniago Mei 27, 2008 pukul 5:27 pm

    berjuang hingga nafas terakhir

  20. 20 Alex Mei 27, 2008 pukul 6:04 pm

    Ass.

    Indonesia ini sebenarnya memang kaya.
    hanya saja negeri ini sudah salah urus sejak dulu……

    salam kenal mas

  21. 21 inidanoe Mei 28, 2008 pukul 8:41 am

    zaman edan sig
    gak edan gak dapet bagian
    edan harta
    edan jabatan
    edan BBM

    sigma yang baek hati, pinter, ramah, pemurah dan tidak edan, mau gak jadi presiden.?? :)

  22. 22 Alex Mei 28, 2008 pukul 11:51 am

    ass.

    Tapi yakinlah, Indonesia Jaya dan Sejahtera bukan saja mimpi
    Jika kita yakin dan berusaha bersama-sama, utk kemajuan bangsa ini InsyaAllah, Allah pasti akan mengabulkannya.

    maka percayakanlah suara kita nanti kepada pemimpin yang memang BERSIH, PEDULI DAN MENCINTAI RAKYATNYA.

    thanks ya mas Fauzan, udah mampir dan komen di blogku
    sy link ya mas

  23. 23 fauzansigma Mei 28, 2008 pukul 2:10 pm

    @ abeeayang: bener bgt bos, di paksa kenyataaan..
    @ pak sawali: iya mnrt sy jg sm sekali tidak efektif penggantian “subsidi” (yg seharusnya hak rakyat) dengan uang cash, krn subsidi BBM bukan sama dengan pengeluaran angaran scr cash di APBN.. apalagi data yg digunakan data lama..
    @ ndop: mreka masih kecil bos ndop, blm waktunya mrk bekerja, mnrt sy ya bgmn supaya kesejahteraan mereka terjamin.
    @ regsa: negaramu juga khaaan…
    @ indra 1082: canggih tapi kapitalis ndra!
    @ pelangi nurani: betul Bu,,
    @ achoey: semoga bukan otokritik ya mas..
    @ frieshbolt: SEPAKAT PAK HERU!!!!
    @ qzinklaziva: benar bung, apalagi mendekati 2009 gini
    @ juliach: benar sekali mbak, ironis ya mbak klo dibandingin di negara yg mbak diami skrg..
    @ cK; iya chik… km hebat..
    @ makhfud : terima kasih saudaraku semoga doa para muslim di dunia ini sama dengan anda, dan utk anda juga doa itu.. amiin
    @ wennyaulia: jualan J******* apaan?
    @ hanggadamai: betul
    @ ratutebu: iya mbak
    @ ILyas afsoh : iya mas, makanya itu sy bikin alamat dgn url LEBIHBAIK agar benar2 lebihbaik
    @ azaxs: sepakat mas, kita harus berpihak!
    @ zoel chaniago: wajib hukumnya
    @ alex: salah urus krn moralitas pemimpinya jg salah kaprah ..
    @ inidanoe: iya bener bgt Dan ini jaman edan,, tp sy gak sanggup klo jadi presiden.. km aja jadi Presiden IB tapii….
    @ Alex: iya mas, linkback jg kok

  24. 24 escoret Mei 28, 2008 pukul 2:37 pm

    itu dimana..???

    *sambil nunjuk gambar*

  25. 25 almascatie Mei 30, 2008 pukul 9:20 am

    dirikan negara sendiri aja ah :lol:

  26. 26 abu zainab Mei 30, 2008 pukul 10:00 am

    assalamu’alaikum …

    bicara kemiskinan adalah
    suatu keadaan yang niscaya …
    tinggal bagaimana kita melihatnya
    apakah bagian cobaan atau hukuman
    atau ni’mat

    ingat sabda Nabi solallohu ‘alaihi wasallam
    keadaan seorang muslim bagaimanapun
    selalu baik untuknya …
    mendapat musibah dia bersabar
    mendapat kesenangan di bersyukur

    oia
    bagaimanapun kesejahteraan yang merata
    bukanlah utopia, bukan hanya indonesia
    tapi seluruh dunia …
    demikian yang dikabarkan Nabiyulloh solallohu ‘alaihi wassalam

    tapi menunggu saat itu tiba …
    jangan lah kita menjadi orang miskin yang sesungguhnya
    yakni yang jauh dari sunnah …
    lantas apa aplikasinya …
    ya tadi itu :
    “mendapat musibah dia bersabar &
    mendapat kesenangan di bersyukur”

    wassalam

  27. 27 alfaroby Mei 30, 2008 pukul 10:32 am

    ada yang kaya dan ada pula Yang Miskin..,
    hidup ini harus seimbang… gak bisa kita selamanya harus kaya dan jangan khawatir bila yang miskin… sebentar lagi anda bakalan kaya…

    asal sabar dan mau berusaha serta beribadah…

  28. 28 nomad Mei 30, 2008 pukul 3:53 pm

    prihatinkan.. gregetan kl liat ada org korup..

  29. 29 Tirta Mei 30, 2008 pukul 11:59 pm

    Wah…mantap lah ni blog….isinya berbobot…banget….wah, kapan ya bllog ku bisa seperti ini???hehehehe….pasti bisa!!!!

  30. 30 Anton Hilman Mei 31, 2008 pukul 9:15 pm

    mo ambil absesn ajah:P
    salam kenal.makasih dah mampir

  31. 31 siapaindra Juni 1, 2008 pukul 9:30 pm

    waktu di Arab Saudi, aku pernah ketemu pengemis di jalan…
    sepertinya sih orang Afrika…
    kayaknya di mana-mana sudah jamak kalau ada kaum seperti ini…
    bukan negara miskin aja, di negara kaya juga ada…

    hanya saja kita harus mengingatkan pemerintah untuk tidak menelantarkan fakir miskin di jalanan perkotaan…
    coba terapkan sebuah sistem yang dapat memberdayakan mereka agar memacu mereka lepas dari lingkaran setan kemiskinan…

    menurut saya, BLT memiliki keefektifan yang rendah…
    karena justru mendorong tingkat konsumsi…
    bukan investasi padat karya…

  32. 32 rama Juni 2, 2008 pukul 5:02 pm

    memang seperti itu dimana2..
    sepertinya utopia versi indonesia sangat sulit diwujudkan :-)

  33. 33 aziz Juni 2, 2008 pukul 5:51 pm

    gak tau nih mo komen apah….. salam kenal yak….. komen balik…..

  34. 34 calonorangtenarsedunia Juni 3, 2008 pukul 8:18 pm

    Ini Utopia, Zan. Utopia. Saya memperkaya diri sendiri dulu, nanti uangnya kalo sisa ya saya kasih ke negara.

  35. 35 achoey sang khilaf Juni 4, 2008 pukul 10:08 am

    ya berpihak pada masyarakat kecil

    adil

  36. 36 westnu Juni 4, 2008 pukul 12:01 pm

    duh gustii…. :(

  37. 37 indrapamungkas Juni 5, 2008 pukul 11:51 am

    I’ve heard this millions of times and I dont need to hear it anymore. what I(WE) need is the tangiable action to solve it, not just simply blaming the goverment . . .semangat!

  38. 38 hanna Juni 7, 2008 pukul 9:06 am

    BLT? aPakah sudah bijak? Entahlah…

  39. 39 Jendral Bayut™ Juni 13, 2008 pukul 10:06 am

    same old issue
    puyeng

  40. 40 realylife Juni 15, 2008 pukul 7:33 pm

    pengen Indonesia kaya
    amin

  41. 41 moh arif widarto Juni 15, 2008 pukul 9:27 pm

    Bunyi salah satu pasal dalam konstitusi kita:

    “Fakir miskin dan anak-anak ditelantarkan oleh negara.”

    Nggak usah kaget melihat pemandangan seperti itu, Sigma. Kalau sedang ada rejeki, bersedekahlah. Jangan mengharap pemerintah. Pemerintah itu adalah kumpulan orang yang kenyang duluan dan lapar belakangan.

  42. 42 monsterikan Juni 16, 2008 pukul 11:28 am

    yah bgitulah kondisi jaman …

  43. 43 andy Juni 25, 2008 pukul 1:45 pm

    Waduh kasihan banget anak itu.kunjungi situs aku ya andy15.wordpress.com

  44. 44 esensi Juni 28, 2008 pukul 9:06 am

    Beginilah hidup di negeri yang serba kontradiktif. Yang jelas, di negeri ini hanya dua yang tidak saya percayai, yakni statistik, dan hukum yang dibuat.

    Dan sialnya, kita hanya bisa memandang saja dengan tatapan nanar tanpa tahu pasti kapan fajar utopia itu akan segera terbit. Minimalnya, kita hanya bisa mengeluarkan opini saja.

    Salam,

  45. 45 Heru Desember 26, 2008 pukul 7:53 pm

    semoga keadaan cepat berubah


  1. 1 Mencari Pemimpin Pilihan Tuhan di Akhir Zaman (2) « MENEMPA SEJARAH KEBANGKITAN ISLAM AKHIR ZAMAN Lacak balik pada Mei 26, 2008 pukul 12:50 pm

Tinggalkan Balasan




Disclaimer

Bukankah semua yang ada didunia ini sudah ada diciptakan oleh Yang Maha Pencipta, kita tinggal membacanya. Masalah intrepetasi itu benar atau salah adalah urusan kita, bagaimana ketika kita belajar membaca itu. Bagaimana sebelum kita bisa membaca dengan benar, kita juga berpikir dengan benar. Gusti Ora Sare.. Untuk Sebuah Kebaikan yang Lebih besar harus melalui cara yang lebihbaik. Silakan berbincang dengan saya di YM: sigma_aurum
Teman-teman UNS, kita ngeblog yuk!
Photobucket
segala tulisan dan khayalan dalam tulisan ini dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, jadi kalau Kopi Paste liat kanan kiri dulu. Kalau tulisanya dimuat di media saya dikasih tahu yak!

 

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
Fauzansigma Aurum's Facebook profile

a

proudly present

Add to Technorati Favorites

Subscribe in NewsGator Online

Add to My AOL