Bernapas Dalam-dalam

Kampusku, hari ini terlihat lagi mereka yang bertoga dan dengan bangganya memboyong atribut kelulusan dengan orang tua mereka. Menjadi raja sehari, iya benar sekali kata kawanku saat itu. Menengok beberapa langkah sebelumya ketika mereka menjadi unsur masyarakat yang idealis dan akademis teoritis. Sungguh tak terkira kehebatan mereka ketika itu, lulus dengan gelar sarjana, IPK diatas rata-rata, waktu super cepat.

Luar biasa! kata orang-orang yang datang pada hari ini, dan kata mereka hari ini hanya akan bertahan pada hari ini saja, jika mereka tidak mengerti seharusnya apa yang mereka lakukan saat menjadi mahasiswa.

Ah, kembali lagi nama mahasiwa menjadi favorit akhir-akhir ini. Apakah mereka yang lulus hari ini sudah memaknai kata ‘mahasiswa’ tadi dengan sesungguhnya? atau justru mereka membenarkan bahwa mahasiswa akhir-akhir ini menjadi kambing hitam. Saya hanya bisa berharap wahai kakak-kakakku dan kawan-kawanku yang dulu memikul nama besar mahasiswa, tidak terkecoh pada kualitas dunia nyata negara ini. Tetap dalam koridor idealisme untuk menjunjung tinggi realita!

Bahwa sesungguhnya saat inilah keputusan berada ditangan mereka, benar-benar lepas dari rumah idealitas keilmuan dan teori menuju sebuah pertarungan akbar dimana siapa pun tidak tahu siapa kawan siapa lawan. Parah lagi, bahwa mereka adalah calon pemimpin negeri ini. Warisan para “mobil-mobil tua” itu menjadi tanggungan mereka nantinya. Selamat datang kawan, selamat datang di dunia nyata yang penuh debu ini.

Wahai kawanku tarik napas dalam-dalam, sebelum berenang jauh kedasar samudra!

53 Tanggapan ke “Bernapas Dalam-dalam”


  1. 1 Sawali Tuhusetya Juni 7, 2008 pukul 9:40 pm

    mahasiswa idnetik dengan ikon sebuah perubahan. di pundak mereka masa depan negeri ini dipertaruhkan. mereka dikenal sebagai sosok idealis, cerdas, dan kritis. namun, seringkali karakter keilmuan semacam itu jadi luntur ketika mereka dihadapkan pada sebuah realitas bahwa hidup ternyata banyak warna seperti pelangi. modal idealis, cerdas, dan kritis ternyata bukan modal yang cukup untuk menghadapinya. satu lagi yang merka butuhkan, yakni wisdom. semoga selepas dari almamater mereka tak kehilangan karakter keilmuannya.

  2. 2 Jane Juni 7, 2008 pukul 10:31 pm

    Hmm.. I think u’re right.. theoritically banyak banget mahasiswa yang pinter2.. tapi belum tentu mereka smart enough untuk terjun kedalam pekerjaan dan masyarakat kita setelah lulus. Banyak juga loh sejarah kelam di kampusku dimana anak2 yang lulus dengan GPA tinggi tapi field work nya gagal total.. anyway.. seperti kata orang.. practise makes perfect and experience is the best teacher.. jadi semuanya harus seimbang, ya ga :) theory and field work.. hehehe.. gitu dehh..

  3. 3 azaxs Juni 7, 2008 pukul 10:41 pm

    Yup.. perjalanan belum berakhir dengan bertoga… justru pengembaraan dimulai dari sana.. smoga kita sadar mas.. :)

    btw sorry, saya nyuri photo sampean n saya abadikan di blog saya mas.. coba di cek http://azaxs.wordpress.com/link-kawan/ sorry ya.. :)

  4. 4 ndop Juni 8, 2008 pukul 3:04 am

    selamat.. selamat… kamu kapan??

    *saya juga kapan??*

  5. 5 serdadu95 Juni 8, 2008 pukul 4:23 am

    *mo nambahin aja…*

    Bukalah mata, telinga, hati dan pikiran lebar-lebar…
    Berbaik hatilah, tidak sombong dan rajinlah menabung…

    Btw…, kalo mo berenang… pakailah pakaian nyang sesuai, jangan pake kacamata kuda tapi pakelah kacamata renang dan jangan pernah lupa… bahwa di dasar samudra banyak batu karang. Waspadalah… waspadalah.. waspadalah…!!! (*Bang Napi mode ON*).

  6. 6 Daniel Mahendra Juni 8, 2008 pukul 10:18 am

    Perdana menteri Winston Churchill terkenal piawai berpidato. Namun saat diminta memberikan pidato pada wisudawan di Universitas Oxford, ia hanya mengucapkan:

    “Never give up!”
    “Never give up!”
    “Never give up!”

    Lantas turun mimbar.

    Tapi itu lah yang paling mengena.

  7. 7 arifrahmanlubis Juni 8, 2008 pukul 1:16 pm

    salam kenal…

    mahasiswa haruslah cakap dalam keilmuan, menyelesaikan permasalahan lingukngan, dan mengambil tampuk kepemimpinan (dari Pak Hatta)

  8. 8 mbelgedez Juni 8, 2008 pukul 1:34 pm

    Apalagee lulusan UNS syusyah nyari kerjaan da Jakarta, loooh…

    ***dilempar text book….***

    :lol:

  9. 9 GiE Juni 8, 2008 pukul 4:18 pm

    Katanyah, lulus kuliah itu ibarat lolos dari lubang harimau masuk ke lubang buaya. *lha?*

    Pelajaran sesungguhnya ada di realitas kehidupan sehari-hari. *sok bijak*

    :D

  10. 10 takochan Juni 8, 2008 pukul 4:32 pm

    pernah ada yang bilang, yang bakal berguna di “dunia luar” sana itu adalah teknik solving problemnya, teori (kuliah) tidak berperan banyak. Waktu denger begitu saya pikir, “lhaaa? Gitu ya?” :?

    Humph..jadi sedikit takut, belum lulus ditanya kapan lulus, sudah lulus disinisin kalo belum kerja :| *curcol*

  11. 11 sluman slumun slamet Juni 8, 2008 pukul 6:48 pm

    Ah, kembali lagi nama mahasiwa menjadi favorit akhir-akhir ini. Apakah mereka yang lulus hari ini sudah memaknai kata ‘mahasiswa’ tadi dengan sesungguhnya? atau justru mereka membenarkan bahwa mahasiswa akhir-akhir ini menjadi kambing hitam. Saya hanya bisa berharap wahai kakak-kakakku dan kawan-kawanku yang dulu memikul nama besar mahasiswa, tidak terkecoh pada kualitas dunia nyata negara ini. Tetap dalam koridor idealisme untuk menjunjung tinggi realita!Ah, kembali lagi nama mahasiwa menjadi favorit akhir-akhir ini. Apakah mereka yang lulus hari ini sudah memaknai kata ‘mahasiswa’ tadi dengan sesungguhnya? atau justru mereka membenarkan bahwa mahasiswa akhir-akhir ini menjadi kambing hitam. Saya hanya bisa berharap wahai kakak-kakakku dan kawan-kawanku yang dulu memikul nama besar mahasiswa, tidak terkecoh pada kualitas dunia nyata negara ini. Tetap dalam koridor idealisme untuk menjunjung tinggi realita!

    semoga…

  12. 12 inidanoe Juni 8, 2008 pukul 8:29 pm

    teringat kembali kata2mu dulu bro, “WISUDA ITU CANDU”
    memang bro wisuda itu bukan tujuan, tapi sekali lagi aku tegaskan, ada yang menunggumu di pasca sarjana UGM :P

    btw astrex dah wisuda yah.? :( (

  13. 13 hanggadamai Juni 9, 2008 pukul 1:17 am

    bener banget,, sekarang marilah kita bertanya kepada diri sendiri tuk menanyakan hal yg sama

  14. 14 Alex Juni 9, 2008 pukul 12:10 pm

    dan temukan tiram mutiara di dasar laut sana……..

  15. 15 ulan Juni 9, 2008 pukul 12:26 pm

    aku enggak pernah lulus.. gimana donk..

  16. 16 carra Juni 9, 2008 pukul 1:20 pm

    hmmm… yg penting musti diingat… kuliah sama kerja ituh bueddddaaaa buanget… itu yg banyak ga disadari oleh para fresh graduate…

  17. 17 realylife Juni 9, 2008 pukul 2:22 pm

    saya juga bernafas dalam2 kemarin sebelum acara kopdar di Medan dimulai
    silahkan lihat beritanya di postingan terbaru saya , terima kasih

  18. 18 rama Juni 9, 2008 pukul 3:11 pm

    ntar dulu deh.. masih skripsi nih :-)
    heheh

  19. 19 yanti Juni 9, 2008 pukul 5:17 pm

    jazakilah jika ingin membantu…

    kehidupan menjadi mahasiswa.. adalah masa masa kejayaan bagi beberapa org.. dan dimasa menjadi mahasiswa… waw… menyenangkan :D

  20. 21 tc Juni 9, 2008 pukul 9:23 pm

    ada hal yang lebih penting lagi setelah lulus kuliah.. cari kerjaa..!!
    secara cari kerja tu skarang gampang banget kan… !
    :D

  21. 22 juliach Juni 9, 2008 pukul 10:33 pm

    @ TC
    Sebetulnya setelah lulus Mahasiswa itu bukan mencari kerja, tetapi membuka lapangan kerja.

    Sudah waktunya kita menciptakan pekerjaan.

  22. 23 Tirta Juni 10, 2008 pukul 2:42 am

    yang penting kita masih punya harapan!!!!apapun itu.
    (itulah suara orang2 yang belum lulus2 juga sampe sekarang…hehehe)

  23. 24 Rindu Juni 10, 2008 pukul 10:14 am

    Semoga tahun depan saya bisa diwisuda …. do’ain yah :)

  24. 25 FAD Juni 10, 2008 pukul 11:21 am

    meski lulus dengan cepat, IPK tinggi lulusan universitas faforit lagi. tapi kalau banyak gengsi apalah gunanya…

  25. 26 Raffaell Juni 11, 2008 pukul 1:46 am

    Bagiku, waktu aku jadi mahasiswa, yang penting aku bisa keluar dari kampus, dan belajar sebabas nya, bagiku kampus itu penjara ilmu, ehehehe yang harus dijalani

  26. 27 calonorangtenarsedunia Juni 11, 2008 pukul 8:41 am

    *tarik napas juga*

    Makanya jangan ngurusin negara terus!

    *ditimpuk*

  27. 28 syelviapoe3 Juni 12, 2008 pukul 3:32 pm

    Dulu seorang kenalanku mengatakan…’Nikmatilah masa2 menjadi mahasiswa krn mjd mahasiswa itu menyenangkan’

    Hm…?
    menurutmu ?

  28. 29 Tirta Juni 13, 2008 pukul 3:55 pm

    wuuih…rame euy…ikutan numpang ngeramein ahhh

  29. 30 Jane Juni 14, 2008 pukul 2:07 pm

    ntar gw link yahh.. tapi sekarang lagi gak bisa niyy.. laptop gw lagi sakit.. ntar deh.. as soon as I get my laptop back..I’ll put u on the link :D

  30. 31 Yari NK Juni 15, 2008 pukul 6:50 am

    Memang betul…. kebanyakan mahasiswa tidak mengerti apa tujuannya ia menjadi mahasiswa dan apa konsekuensinya nanti apabila ia telah lulus dari kampus. Mahasiswa kini kebanyakan hanya melihat hanya melihat gelar dan pekerjaan, itu saja. Mengenai kualitas?? Ah…. itu kan bisa nanti2. Karena kebiasaan nanti2 dan melihat sesuatu secara miopik akhirnya mereka tidak pernah meningkatkan kualitasnya. Jadi tidak heran kalau kita melihat realita di negeri ini.

    Namun tentu jikalau kita ingin merubah sifat tersebut harus kita ubah sedini mungkin. Barangkali orangtua harus dapat menanamkan pengertian “mahasiswa” dan konsekuensinya kepada anak2nya sedini mungkin jauh sebelum mereka menjadi mahasiswa….

  31. 32 tiar Juni 15, 2008 pukul 7:34 am

    hohoho saya calon mahsiswa

  32. 33 zoel chaniago Juni 15, 2008 pukul 9:48 am

    hihihi saya g’ pernah kul… hiks hiksss

  33. 34 aRuL Juni 15, 2008 pukul 11:14 am

    Saya sependapat dengan sigma untuk hal ini, setelah lulus menarik nafas dalam2 karena perjuangan lebih berat. sudahkah kita memiliki persiapan2 itu? :D

  34. 35 Tirta Juni 15, 2008 pukul 5:41 pm

    Wuih…tambah rame wae….kw ra bingung po rame ngene ki?hehehe

  35. 36 moh arif widarto Juni 15, 2008 pukul 9:17 pm

    Jadi mahasiswa? Sepertinya saya pernah deh…

    Bernafas dalam-dalam? Sepertinya setiap hari deh…

    Ada baiknya selagi kuliah sudah belajar kerja baik sebagai part timer maupun freelancer sehingga ketika lulus nanti tidak kaget. Saya sendiri saat semester 6 sudah mencari pengalaman jadi part timer. Lalu, ketika menunggu wisuda saya sudah kerja penuh walaupun belum bisa milih pekerjaan karena saya di rantau dan harus survive, termasuk bayar utang kepada teman. Untuk makan sehari-hari saya sampai harus ngutang loh, dulu.

  36. 37 natazya Juni 15, 2008 pukul 10:44 pm

    pinter ngga… dibilang mahasiswa ya masih karena skripsi belom beres juga… nyemplung di dunia nyata masih sebatas mata kaki karena masih tanggung… ah… ini adalah masa yang paling tidak menyenangkan!

    *sirik pengen lulus :(

  37. 38 chandra61 Juni 16, 2008 pukul 1:07 am

    semoga selalu menjadi mahasiswa yang membawa almamater kemaapun dengan baik….
    bukan mahasiswa yang bobrok, dan nol ( 0 ) skill, dan haya menjadi benalu.

  38. 39 antokoe Juni 16, 2008 pukul 3:04 am

    selain bernapas dalam-dalam, mahasiswa juga harus berpikir panjang dan dalam.
    IPK bukan segalanya tapi soft skill yang utama.

  39. 40 hafidzi Juni 16, 2008 pukul 11:26 am

    yg jelas ngga malu2in orang sekitar….:D

  40. 41 FAD Juni 16, 2008 pukul 4:45 pm

    Siap siap cari kerja nih ….lihat lihat blog ini ya siapa tahu ada yang kecantol

  41. 42 semelekethe Juni 16, 2008 pukul 4:47 pm

    Jangan sampai pulang ndeso menjadi pengangguran terdidik….maju maju…bangkit..jangan menyerah

  42. 43 wennyaulia Juni 17, 2008 pukul 12:59 am

    jangan sampe nambah jumlah pengangguran
    ayo ciptakan lapangan kerja :D

  43. 44 galihyonk Juni 17, 2008 pukul 6:07 am

    Hm,, mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa ini nantinya..

    semoga para calon pemimpin bangsa yang baru saja lulus ini, tidak menjadi pemimpin yang Dzalim bagi rakyatnya kelak… Amin…

    heHE,, Salam Kenal Mas…

  44. 45 agung Juni 18, 2008 pukul 10:40 pm

    Apakah mereka yang lulus hari ini sudah memaknai kata ‘mahasiswa’ tadi dengan sesungguhnya?

    hmmm,,,
    amatlah sayang jika masa-masa “mahasiswa” yang singkat hanya dilewatkan hanya untuk sekedar menjadi “siswa”

    nice post!

  45. 47 Rita Juni 19, 2008 pukul 10:30 pm

    Sebagai pelengkapnya adalah iman dan taqwa yg akan memperjalas kemana seharusnya mengarahkan langkah,,,

  46. 48 fenny Juni 20, 2008 pukul 11:00 am

    itu baru namanya hidup…. kalo uda lulus brarti kudu berjuang hidup n mandiri :D masa masi minta duit ama ortu. ya kann… eh tp wisuda itu rasanya jauh beda ama kelulusan sma :D

  47. 49 be samyono Juni 24, 2008 pukul 12:05 pm

    patut direnungkan :) …salam (sam)

  48. 50 diana Oktober 7, 2008 pukul 6:32 pm

    ayo lulus dulu,,
    nanti kita diskusi lagi..
    :)

  49. 51 belajar bareng Nopember 5, 2008 pukul 12:47 pm

    hallo boleh kenalan gak and boleh tukeran link gak klo boleh isi pesan di shoutbox ku ya


  1. 1 Berpikir Merdeka Lacak balik pada Juni 8, 2008 pukul 6:49 pm
  2. 2 Pengangguran Terdidik « Sekolah Maya Mengeja Lacak balik pada Juni 15, 2008 pukul 4:35 am

Tinggalkan Balasan




Disclaimer

Bukankah semua yang ada didunia ini sudah ada diciptakan oleh Yang Maha Pencipta, kita tinggal membacanya. Masalah intrepetasi itu benar atau salah adalah urusan kita, bagaimana ketika kita belajar membaca itu. Bagaimana sebelum kita bisa membaca dengan benar, kita juga berpikir dengan benar. Gusti Ora Sare.. Untuk Sebuah Kebaikan yang Lebih besar harus melalui cara yang lebihbaik. Silakan berbincang dengan saya di YM: sigma_aurum
Teman-teman UNS, kita ngeblog yuk!
Photobucket
segala tulisan dan khayalan dalam tulisan ini dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, jadi kalau Kopi Paste liat kanan kiri dulu. Kalau tulisanya dimuat di media saya dikasih tahu yak!

 

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  
Fauzansigma Aurum's Facebook profile

a

proudly present

Add to Technorati Favorites

Subscribe in NewsGator Online

Add to My AOL