Waktu Itu.

Waktu itu aku bersama anak jalanan dan bersendagurau dengan mereka, ada seorang anak yang memabacakan puisi buatanya :

Nasibmu kini….. Indonesiaku

seperti diriku yang telah terabaikan

di tepi jalan mengais uang

beribu cercaan orang telah sering kudengar

sebenarnya tak ingin kulakukan

terontang anting oleh pekerjaan

tapi keadaan yang memaksakan

apa daya itu yang harus ku telan

ku coba melamar pekerjaan tapi diriku diremehkan

mereka bilang aku tidak punya ketrampilan

bagaimana ku bisa merdeka

bila aku masih dijalan dan tak ada yang memperhatikan

Yuli, Pengamen Jalanan (Stasiun Jebres Surakarta, 17 Agustus 2008 )

Waktu itu aku kembali ke dunia kecil namun tak berbatas, dengan sejentik jari-jari diatas keyboard ku temukan lagi sebuah puisi yang ditulis dalam sebuah milis. Singkat… benar-benar singkat, sesingkat penjajahan Belanda kepada Indonesia. Namun Ironis, dan semua mengatakan bahwa kita benar-benar merdeka dari kemerdekaan.

“Proklamasi 63 Tahun” oleh Kang Becak

Kudengar,
Proklamasi,
Berkumandang,
Tiap tahun,
Selama 63 tahun.

Tapi kurasakan,
Rasa kebangsaan,
Semakin menyusut,
Tiap tahun,
Selama 63 tahun.

Kang becak – Milis Sastra Pembebasan, 17 Agustus 2008

Dan, pada waktu itu adalah Proklamasi. Sekarang hanyalah menjadi olok-olok salah satu iklan provider telepon seluler!

Biarlah, karena kita hanya merayakan 63 Tahun Proklamasi. Tidak lebih.

Dan sekarang, panggung itu benar-benar hanya menjadi panggung pertunjukan hiburan rakyat. Karena idola mereka menari diatas panggung itu.

21 Tanggapan ke “Waktu Itu.”


  1. 1 chic Agustus 18, 2008 pukul 3:43 pm

    dan mudah-mudahan merdeka itu nyata adanya…

  2. 2 mudabentara Agustus 18, 2008 pukul 4:56 pm

    sama seperti mbak chic, semoga merdeka ini tidak hanya untuk mereka saja para orang kaya raya, tetapi juga untuk kita, manusiamanusia biasa, utamanya saya…hehe

  3. 3 aRuL Agustus 18, 2008 pukul 5:18 pm

    sekarang yg kita pertanyakan ke manusia2 Indonesia, apa yang telah mereka lakukan dalam mengisi kemerdekaan ini ?
    Merdeka bung ;)

  4. 4 nana Agustus 18, 2008 pukul 6:15 pm

    yang paling memprihatinkan itu rasa kebangsaan yg udah mulai ilang.
    uhm..
    yah, gimana lagi.
    yang penting aku tetep cinta indonesia
    loh!?

    merdekaaa!!

  5. 5 langitjiwa Agustus 18, 2008 pukul 8:31 pm

    sungguh ironis jika dipakai sebuah iklan,jadi gmn gitu arti dari sebuah kemerdekaan bangsa ini.

  6. 6 Nin Agustus 18, 2008 pukul 9:56 pm

    Kita sedang memperingati hari Kemerdekaan…
    63 tahun yang lalu, kita menyatakan diri merdeka….
    Seiring berjalannya waktu, kemerdekaan itu semakin terlepas dari genggaman…
    Oh ya salam buat pengamen dan si tukang becak…
    Puisinya buagus sekali

  7. 7 imcw Agustus 18, 2008 pukul 9:56 pm

    Hikz, koq bisa mereka menggunakan Luna Maya?

  8. 8 Rita Agustus 18, 2008 pukul 11:27 pm

    Kayaknya mereka bakat nulis, gmna kalo tulisan2nya di muat di blog ini mas…Puisi nya Bagus :D

  9. 9 bhagas Agustus 18, 2008 pukul 11:33 pm

    merdeka bung..!!

    iklan salah satu provider selular yang terkesan mengolok-olok proklamasi Indonesia…aneh memang…

    bgmana seharusnya kita memaknai kemerdekaan ini..:)

  10. 10 hanggadamai Agustus 19, 2008 pukul 1:56 am

    tapi sekarang sedang diusut ya..

  11. 11 Sawali Tuhusetya Agustus 19, 2008 pukul 3:54 am

    salam merdeka, mas sigma! buah dari manajemen negara yang salah urus membuat bangsa yang sudah merdeka 63 tahun masih saja berkutat dari kubangan konflik ke konflik, dari kemiskinan ke kemiskinan. meski demikian, kita mesti tetep optimis, suatu ketika [asti ada sebuah perubahan besar!

  12. 12 Ersis Warmansyah Abbas Agustus 19, 2008 pukul 6:52 am

    Merdeka. Mari merdekakan hati kita, dan berbuat merdeka untuk mengisi kemerdekaan. Mustahil suatu bangsa merdeka menikmati kemerdekaan kalau rakyatnya berpikir terjajah. Salam.

  13. 13 cK Agustus 19, 2008 pukul 7:40 am

    tampaknya makna kemerdekaan sedikit mengalami pergeseran… :roll:

  14. 14 achoey sang khilaf Agustus 19, 2008 pukul 10:58 am

    Kita harus tetap bergerak
    Tanpa sedikit pun melemahkan kehendak

    Bangkit
    Harapan masih ada
    Semangat

    Dan jadilah jaya

    Dirgahayu Indonesia

  15. 15 tukangobatbersahaja Agustus 19, 2008 pukul 3:34 pm

    merdeka negri ku……

  16. 16 undercover Agustus 20, 2008 pukul 12:14 pm

    Memimpikan merdeka itu bisa menjadi bagian dari seluruh rakyat Indonesia.Hidup aman, nyaman, tenteram… semudah ketika kita mengucapkannya, “MERDEKA!”

  17. 17 ndop Agustus 20, 2008 pukul 4:18 pm

    yang penting merdeka!!

    walopun serasa dijajah, tapi yang penting merdeka!!

  18. 18 wahyukresna Agustus 26, 2008 pukul 2:24 pm

    rasanya sulit sekali jika kita dibilang merdeka., perayaan kemerdekaan kali ini juga masih sama hanya sebatas rutinitas saja…

  19. 19 undercover Agustus 31, 2008 pukul 11:12 pm

    Wah, belum update lagi rupanya :D

  20. 20 undercover Agustus 31, 2008 pukul 11:28 pm

    Selamat menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan mas Sigma… mohon maaf jika ada salah dari saya.


  1. 1 Ordinaryone back??? « Just Ordinary One Lacak balik pada September 1, 2008 pukul 12:08 pm

Tinggalkan Balasan




Disclaimer

Bukankah semua yang ada didunia ini sudah ada diciptakan oleh Yang Maha Pencipta, kita tinggal membacanya. Masalah intrepetasi itu benar atau salah adalah urusan kita, bagaimana ketika kita belajar membaca itu. Bagaimana sebelum kita bisa membaca dengan benar, kita juga berpikir dengan benar. Gusti Ora Sare.. Untuk Sebuah Kebaikan yang Lebih besar harus melalui cara yang lebihbaik. Silakan berbincang dengan saya di YM: sigma_aurum
Teman-teman UNS, kita ngeblog yuk!
Photobucket
segala tulisan dan khayalan dalam tulisan ini dilindungi oleh Yang Maha Kuasa, jadi kalau Kopi Paste liat kanan kiri dulu. Kalau tulisanya dimuat di media saya dikasih tahu yak!

 

Agustus 2008
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Fauzansigma Aurum's Facebook profile

a

proudly present

Add to Technorati Favorites

Subscribe in NewsGator Online

Add to My AOL