17.30
Pramex sore itu – aku berlari mengejar ketinggalan kereta menuju Kota Budaya (Solo, pen). Petugas peron sudah memperingatkan aku untuk segera berlari daripada aku harus menunggu satu jam lagi kereta selanjtunya.
Aku terkejut, ada yang berteriak memanggil namaku dari luar gerbong kereta. Ternyata dia adalah teman ku yang kunci Kosnya masih ada di tasku. Geli sekaligus konyol perasaanku, aku tertawa dan sekaligus merasa bersalah karena kekonyolanku waktu itu. Coba saja dia tidak ingat bahwa aku membawa kunci kostnya, bisa jadi dia akan sangat kesusahan untuk menjebol pintu kostnya malam itu. Akhirnya sambil tertawa-tawa miris, aku lemparkan kunci kostnya melalui jendela kreta. Seluruh penumpang digerbong melihatku dan bertanya-tanya ada apa dengan orang itu.
Aku ceroboh, sekaligus pemalas, dan pastinya moody. Itu kata seseorang yang sangat mengenalku. Itu hanya segelintir kekonyolan yang kuderita selama hidupku. Belum disebutkanya sifat-sifat konyolku yang lain. “kamu kok bisa sante gitu, padahal sudah deadline! Hidupmu udah deadline Bhi…..!” itu yang pernah dikatakanya, dan aku hanya terkikik.
Iya. Bhi… dia biasa memanggilku Bhi. Entah dapat darimana nama itu, padahal pada namaku tidak ada unsur penyusunya yang dapat dikaitkan pada kata seperti Bhi.
Aku sudah sangat lama menjadi manusia yang hidup terlalu bebas, aku tidak pernah terikat peraturan, apalagi keterikatan pada sesuatu dan ketergantungan. Hidupku begitu mengalir dan penuh dengan tawa-tawa gila. Semua hal bisa menjadi bahan bercandaku, dari sesuatu yang sangat kecil misalnya seorang dosen yang hanya berani memandang papan screen ketika mengajar, hingga wakil presiden yang datang ke kota dimana aku tinggal, dan apa yang dilakukanya disini, apakah dia akan pergi ke pasar Klewer lalu membeli aromanis karena sedang ada sekaten.
Di pramex aku sudah mendapat tempat duduk, setidaknya dapat meletakan tas berat di punggungku sejenak karena tempat duduku sangat sempit. Aku melihat sekeliling dan menemukan beberapa penumpang mengenakan headphone. Hemm, aku pikir, mereka sedang memainkan soundtrack hidup mereka masing-masing sepertinya. Setiap orang mempunyai cerita, bahkan setiap cerita akan menyimpan banyak makna, dan hikmah kalau kita bisa menarik satu kesimpulan. Namun kadang sebagian dari kita tidak pernah menganalisis ulang dan berpikir lebih jauh tentang cerita-cerita itu. Aku sendiri, mempunyai cerita yang panjang, tidak mungkin aku ceritakan pada kalian. Terlalu ribet. Suatu hari aku ingin menceritakanya pada anak-anaku kelak, aku ingin menuliskan cerita-cerita itu, dan membuatnya menjadi satu jilid buku yang akan ku tulis bersama istriku nantinya. Aku bukanlah orang yang sempurna, aku hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik. Kelak kalau aku mati, ceritaku bisa bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya, aku sudah sangat bahagia.
Terkadang cerita itu muncul di sekelilingku secara tiba-tiba, aku sering merasa takut untuk mengingat semua cerita, makanya aku sangat senang karena Tuhan memberiku daya lupa yang cukup tinggi. Bahkan aku sering lupa, dimana aku menaruh kunci kendaraan pada saku-saku pakaianku.
Pramex melaju dengan kecepatan yang membuatku merasa mengantuk, tapi aku tidak mau tidur, aku sedang menikmati pemandangan indah di cakrawala, dilangit jauh sana sedang terjadi perpindahan warna, antara langit yang berwarna biru berubah menjadi kemerahan, senja telah datang. Senja menjemput siang untuk beristirahat sejenak, mempersilakan para penduduk bumi untuk beristirahat dengan selimut gelap yang dirapatkan pada permukaan bumi. Malam akan menidurkan semua aktivitas, kemudian sekelebat cerita dimalam hari akan muncul dan menggantikan cerita disiang hari. Begitu seterusnya. Malam akan menggantikan wajah siang yang penat dan berdebu, meredam semua amarah manusi karena panasnya matahari yang membakar emosi.
Pramex telah tiba di stasiun berikutnya untuk menurunkan para penumpang yang ingin berhenti di Klaten. Selanjutnya, tidak lama lagi akan ku jumpai cerita-cerita baru di Kota ku. Pramex, selalu meninggalkan pesan untuku, dia mengantarkan banyak cerita baru untuk orang-orang di dalamnya. Setiap cerita seseorang akan berpengaruh kepada cerita orang lain. Apalagi orang-orang disekitarku, dengan segala kekonyolan yang melekat pada ku mereka akan menghadapi hidup penuh resiko. Berat memang, tapi aku yakin, mereka adalah orang-orang luar biasa.
18.30 WIB
Solo – Dan, cerita baru dimulai lagi, aku sudah bersiap untuk semuanya. Aku mengatakan pada diriku sendiri, bahwa aku akan membuat setiap cerita menjadi lebih layak dibaca.
Hah….. entahlah….. aku hanya ingin mengutuk diriku sendiri dalam cerita ini.
Note : sama sekali bukan kisah nyata!
foto ngambil dari sini jogjaphoto.net makasih bgt jogjaphoto










yang nulis cerpen ini tentunya luar biasa pula.
wah untung ngak ada sifat “tidak tau”, bisa2 ntar dipanggil galanggenk
romantis!
Mo ngomen apa ya mas? Hmmm, prosa yang bagus. Apalagi kamu selalu berhasil mengolah kata. Bikin lagi ya. . . . ^^
oooh cerpen.. hihihihihi..
tapi oasti ada pengalaman pribadi terselip di situ.. yakin!!
Astaga kirain beneran…. padhal udah menyimpulkan bahwa ternyata sifat pelupa itu juga ada hikmahnya hehe….
Setiap kali aku ke Jogja/Solo (terakhir th 2005) … aku juga sudah ngak sabaran … Di rumah Eyang, ngliat pembantu masak (metiki kacang panjang satu-persatu) sudah bikin hatiku gerah … lalu aku ambil alih pekerjaan itu (sambil kasih trainning) “gini lo mbak!” sambil aku ambil segenggam kacang panjang dan aku potong bersamaan di atas talenan. “Bumbunya ngak usah diulek … blender aja!” …”Ini blender utk bumbu … dan ini untuk jus!” … cerewet deh aku ini!
Begitu juga dengan tukang!
ups cerpen ya, dah lama ni nda nuls cerpen lagi
jangan gitu… semua punya kekurangan dan kelebihan. Aku ini pelupa luar biasa loh. Setiap kali mau pergi, paling nggak ada 2 atau 3 kali aku bolak balik kamar. kalo gak kunci, dompet, tas, handphone, atau apalah yang ketinggalan. hahaha… tipikal kata temenku..
jujur sekarang aja bro….
gk sah pake nunggu cerita ke anak cucu…
semua cerita layak dibaca [oleh orang2 yg berbeda], lain orang lain cerita. :IMHO:
Haduh mpe mengahayati bgt gw,, nape ga’ bikin buku sekalian bos, pasti gw orang pertama yang minta gratisan darimu
Lam kenal,,
blogku di linke yo!
cerpen???
kirain dirimu pelupa beneran
salam hangat buat pramex, sampekan inginku duduk ngeteh bareng dan berbincang tentang
wis tak linke mbul, yen ora kok linkne, mengko linkmu tak hapus
knp y baca ‘karya’ maz, feel nya berasa…
tetaplah menulis, bung!
Entah mengapa…., Aku tak berdaya….
Entah esok hari…… , Entah lusa nanti………..
Entah
entahlah mgkn memang lebih baik…
kamu memang selalu mempunyai banyak cerita…
semoga cerita2 mu tak kan pernah habis untuk diceritakan
tapi.. siapa tuyh yang manggil bhi..
*pengen tau..he..*
errrrgh…
aku juga punya impian bikin buku..
kadang aku merasa apa yg aku perjuangkan terlalu berlebihan..
dan ketakutan terbesarku adl anakku kelak tak mampu mengimbanginya…hehhe…lebay..