Hari itu, semua begitu menghebohkan! Saya dan seorang teman berada di lantai 2 untuk memaintenance hotspot di gedung auditorium UNS. Aku sejenak berpikir, apakah semua peserta akan dapat konsisten hingga pukul 16.00 sore nanti. Aku khawatir, karena biasanya para peserta seminar sudah mulai kabur setelah adzan dhuhur berkumandang. Kawanku yang hebat itu sudah tertidur pulas di atas kursi-kursi yang biasanya untuk menjamu para tamu wisudawan pada waktu-waktu kelulusan mahasiswa. Kasihan dia, semalam suntuk hingga adzan subuh masih saja mengutak-atik jaringan hotspot agar acara ini berjalan sukses. DAN, memang benar, salah satu point yang sangat penting pada acara ini adalah fasilitas hotspot. Karena acara ini adalah sebuah event yang tidak main-main di UNS, namanya UNS BLOGFEST 0.9!!
Peserta begitu ramai, riuh rendah tawa mereka memenuhi seluruh auditorium, Iman Brotoseno sedang bersandar di kursi pembicara bersama seorang moderator, gayanya memang khas, seorang photographer sekaligus penulis dan pastinya berwawasan sangat luas. Dengan kaos semi formal dan sepatu santainya, dia begitu mempesona para audiens yang sedang mendengarkan berbagai fatwanya tentang dunia blogosphere di Indonesia. Cerita-cerita serunya tentang berbagai pengalaman seputar blog, jurnalistik, photography bahkan hingga soal politik pun menggemparkan suasana, disertai humor-humor segarnya, Iman Brotoseno terus melenggang dengan kalimat-kalimat indahnya. Audiens yang kebanyakan mereka adalah mahasiswa UNS dan tidak semua dari mereka mengenal Blog pun akhirnya manggut-manggut dan menyesap habis obrolan khas ngopi Iman Brotoseno. Benar-benar mantap!

Tidak kalah ramainya, Kristupa W Saragih (the boss of FN, pen) banyak berbicara soal photoblog dan kemanfaatanya ketika sebuah photo dipublish melalui social netwoking semisal blog. Kristupa yang menggunakan pakaian santai tersebut juga bercerita, mengapa akhirnya dia memutuskan untuk memotret sebagai jalan hidupnya, padahal dulunya dia adalah seorang mahasiswa jurusan Teknik Geologi di Jogja.Kristupa juga memberikan banyak masukan tentang bagaimana membuat sebuah foto yang menarik dan bagaimana foto itu bisa berbicara, bukan hanya sebuah salon foto, namun foto juga harus mempunyai makna.
Dari atas sini, nampak mereka yang berdress code abu-abu, mereka adalah para pejuang blogfest 0.9 ini, mereka tampak bergembira, walaupun terkadang kutemukan beberapa diantara mereka yang berwajah kucel dan ngantuk, itu karena keistiqomahan mereka untuk lembur dan siap sedia dalam berbagai kondisi demi terlaksananya blogfest perdana ini. Akhirnya, ada juga yang membawakanku snack dan kopi hangat untuk mengisi perutku yang sudah keroncongan cacingnya. Sesi kedua setelah Kristupa dan Iman Brotoseno adalah Melanie Subono dan Radityadika.
Melanie Subono, seperti biasa dengan santainya dia melenggang memasuki auditorium dan memerintahkan semua mata yang melihatnya terpesona, penampilanya benar-benar Slankers sejati. Tidak mau duduk di kursi pembicara dan malah klesotan di di tangga podium. Setiap penanya laki-laki akan di samperinya, kalau perempuan, si penanyanya yang suruh ke atas podium. Lanjutkan membaca ‘Senyumku untuk UNS BlogFest 0.9′










Kata Mereka