NASI BUNGKUS

Desember 2, 2007 § 1 Komentar

Berkerumun anak-anak muda dengan kaos oblong dan sandal jepitnya di sebuah warung kecil yang menjual makanan ringan, lauk pauk dan nasi bungkus pastinya atau biasa disebut hik atau wedangan kalau di Solo dan Jogja. Sambil bercengkerama dengan temanya mereka makan nasi seadanya itu dengan nikmatnya, jika kita bandingkan nasi bungkus yang satu ini dengan sepiring nasi hangat yang dirumah sudah pastilah sangat berbeda. Hanya sekitar satu centong nasi yang dirumah ditambah sedikit, sangat sedikit potongan ikan bandeng, yang kalau kita bandingkan dengan besarnya ikan bandeng yang dijual dipasar mungkin sekitar 1 : 10 nya. dengan sambal merah yang cukup pedas rasanya menambah meriah suasana di wedangan itu. Teh hangat yang dihantarkan oleh salah satu staff wedangan itu lumayan bisa melegakan tenggorokan dan menghangatkan badan ketika musim hujan.Alhamdulilah, setelah menyantap dua nasi bungkus dan gorengan diwarung itu perut sudah mulai ada isinya, tenaga kembali ke normal lagi dan siap tancap gas lagi untuk aktivitas selanjutnya.
Itulah yang biasa dirasakan mahasiswa normal seperti saya, dengan ke-apaadanya-an bisa mendapatkan kesempatan yang luar biasa hidup di dunia yang penuh dengan dinamika seperti ini.

Iklan

§ One Response to NASI BUNGKUS

  • jati_van_galih berkata:

    kisah hidup ku nengkos kok sadur dadi posting, to kang?
    rada kurang terimo aku. kisahe kurang nydihke…
    ksah PMDK yo ra diangkat.
    ngerti PMDK rung? Program Makan Dua Kali
    tak tunggu posting-posting yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading NASI BUNGKUS at lebihbaik.

meta

%d blogger menyukai ini: