inna lillahi.. untuk Raja Orde Baru Soeharto

Januari 27, 2008 § 28 Komentar

akhirnya Sang Raja Orde Baru, Bapak mantan presiden republik Indonesia, Bapak Soeharto.
saya hanya akan mengucapkan Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji’un. sebagai makhluk ciptaan Tuhan sudah menjadi sebuah keniscayaan untuk kembali kepadaNya. sekali lagi kita diingatkan akan kesuaan Tuhan, untuk kepan saja mengambil ruh dari jasad, yang membuktikan betapa manusia tidak ada apa-apanya disisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

sekarang  kembali pada diri kita masing-masing dengan peringatan itu. mati adalah sebuah keniscayaan bagi kita semua, namun cara kita mati, dan apa yang akan kita tinggalkan dari kematian kita itulah yang harus kita rencanakan saat kita masih hidup.

mati yang menghidupkan, kata Solikhin Abu Izzudin. seperti kematian para syuhada. mereka meninggal dengan perjuangan, dengan meninggalkan wasiat pada kita agar terus berjuang di jalan yang benar.  jiwa-jiwa mereka akan terus hidup  menjadi penyemangat diri kita, menjadi suri tauladan bagi yang hidup. Kematian yang pahalanya tak pernah berhenti.

merencanakan hidup agar selalu bermanfaat dan ketika mati menjadi sejarah *yang baik* , adalah menddesain kematian kita untuk menuju kehidupan yang kekal nantinya.

selamat berpulang soeharto, semoga tauladan baikmu akan abadi di jiwa-jiwa anak Bangsa ini.

pengadilan akherat, pengadilah paling adil telah menunggumu 

Sang Waktu berkata: semua akan berawal dan berakhir kepadaNya.

Iklan

Tagged:

§ 28 Responses to inna lillahi.. untuk Raja Orde Baru Soeharto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading inna lillahi.. untuk Raja Orde Baru Soeharto at lebihbaik.

meta

%d blogger menyukai ini: