Utopia Jadi Negara Kaya

Mei 25, 2008 § 46 Komentar

Melaju dengan kecepatan hampir 100 km/jam sebuah mobil CRV warna hitam dengan plat nomer belian yang sepertinya mahal, di atas panasnya aspal jalanan disekitar terminal tirtonadi Solo, menembus semua pengendara motor dan kendaraan yang lebih tak berdaya lain dengan gagahnya layaknya pak JK yang melewati Kota Jakarta yang sibuk. Berhenti di sebuah lampu merah dekat perempatan, mobil itu tetap menderu. Paradox yang kulihat saat itu adalah pemandangan seorang anak kecil, dengan baju kumal, rambut merah terbakar sinar matahari kota, dengan tanganya yang kecil menengadah ke dekat kaca mobil besar itu. Bahkan tinggi anak itu tak sampai menyentuh kaca mobil itu, ku pikir dia pasti seumuran Adik ku 4/5 tahun, jika sekolah di TK pasti masih 0 (nol) kecil, namun tuhan mentakdirkan lain. Dengan ukuran tubuh sekecil itu dia dipaksa mencari nafkah dengan profesinya sebagai pengemis jalanan Kota yang kejam ini! Wajahnya yang polos dan masih ingusan itu membuatku tak tega melihatnya, mengingatkanku pada keangkuhan manusia-manusia dzolim yang menyebabkan anak kecil yang seharusnya dapat menikmati keindahan masa kecilnya bersama teman-temanya di Bangku sekolah tapi dia DIPAKSA untuk melakukan hal yang sama sekali bukan tanggung jawabnya. Dipaksa oleh keadaan, dipaksa oleh sistem yang berjalan saat ini di negara yang katanya berkeadilan dan melindungi setiap warga negaranya, di negara yang dalam undang-undang dasarnya menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan yang layak.

Dengan pasrah si anak rambut kumal itu beralih meminta-minta ke pengemudi kendaraan bermotor yang lain, tanpa alas kaki dan pakaian yang layak, wajah anak itu menunjukan kengerian terhadap kenyataan, menghadapi kerasnya hidup di dunia yang serba tak pasti. Tak seorang pun memberi sepeser uang, dengan ukuran tubuhnya yang kecil ku kira sangat mudah sekali kendaraan yang tanpa toleransi berseliweran menabrak tubuh tak berdaya itu. Hati serasa gerimis melihat fenomena itu, dia adalah salah satu dari 37, 17 juta penduduk dibawah garis kemiskinan di Indonesia, tapi apakah anak seperti dia dan ibunya sudah masuk dalam data tersebut? saya kurang yakin hal itu sudah dilakukan oleh pemerintah. Apakah dia nanti juga dapat menerima BLT yang sudah digulirkan mafia-mafia barkeley itu? ah sudahlah kawan, kita doakan saja dan jadilah kamu semua menjadi orang-orang yang berpihak pada masyarakat kecil seperti contoh diatas. Sekedar ingin mengingatkan diri sendiri kok.

Iklan

Tagged: ,

§ 46 Responses to Utopia Jadi Negara Kaya

  • Abeeayang™ berkata:

    ya, dipaksa keadaan!
    keadaan yang serba susah, serba semrawut…. 😦

  • Sawali Tuhusetya berkata:

    sebuah pemandangan yang kontras, sigma. saudara2 kita yang selama ini bernasib kurang beruntung seringkali hanya jadi objek. menjelang pemilu, mereka didekati. begitu para pejabat dapat kursi, nasib mereka dilupakan. yang lebih repot, kemiskinan mereka dijual. BLT merupakan salah satu contoh, betapa kepekaan pemerintah terhadap nasib orang miskin hanya lips service. gimana tidak, kalao ternyata kompensasi BBM itu tak pernah sampai pada sasaran? *prihatin*

  • ndop berkata:

    mbok ya para direktur perusahaan itu merekrut mereka untuk bekerja yang lebih layak, dari pada minta-minta begitu??

  • regsa berkata:

    bukankah, anak-anak terlantar diasuh oleh negara..gimana sih negaramu itu 😦

  • indra1082 berkata:

    Pemandangan yang menyedihkan diera serba canggih seperti sekarang

  • pelangi nurani berkata:

    Itu hanya satu dari seribu bahkan sejuta kejadian serupa yang terjadi di tempat-tempat yang berbeda Z…

  • […] May 26, 2008 Mencari Pemimpin Pilihan Tuhan di Akhir Zaman (2) Posted by Makhfud under Peristiwa Akhir Zaman, Perjuangan, Tokoh Kebangkitan Kedua | Tags: Pemimpin |   Hari ini, manusia mendambakan sebuah masyarakat yang berkasih sayang. Manusia memimpikan masyarakat yang saling tolong menolong. Manusia bercita-cita membangun bangsanya menjadi bangsa yang maju. Harapan itu mungkin terwakili oleh tulisan Utopia Jadi Negara Kaya. […]

  • emang benar
    postinganmu selalu bermuatan kritikan yg membangun dik 🙂

  • freshblot berkata:

    ALIHKAN BLT Menjadi PADAT KARYA…. !!!!!!!!!!!

  • qizinklaziva berkata:

    rakyat itu seperti ganjal kursi, dibutuhkan saat kursinya akan roboh. Tapi digencet saat diduduki… ah malang benar nasibmu… rakyat! 😀

  • juliach berkata:

    Sayang anak-anak itu tidak bisa kita ambil begitu saja. Bahkan ada orang tua yang menjualnya dengan harga yang sangat mahal.

  • juliach berkata:

    @ Ndop

    Mereka itu adalah anak-anak mineur/di bawah umur. Mempekerjakan anak-anak dibawah umur termasuk dalam kategori exploitasi anak-anak dan bisa masuk dalam katagori kriminal.

    Jika ingin menolongnya, berikan hidup yang layak dan pendidikan, supaya kelak mereka dewasa bisa hidup dengan layak pula.

  • cK berkata:

    kayaknya negara ini perlu rekonstruksi UUD deh. belum lagi soal BLT, setahu saya yang dapat BLT itu yang sudah didata. yang belum ya gak dapet.. 😐

  • Makhfud berkata:

    BAngunlah di waktu malam
    …..
    Doakan mereka….
    doakan pemimpin negeri ini…
    Doakan orang tua mereka….

    Doakan mereka agar TUhan selamatkan mereka dari belajar mengemis.
    Doakan pemimpin kita agar mengusahakan iman dan taqwa, supaya Tuhan curahkan berkat dari langit dan bumi.
    Doakan orang tua mereka, agar bisa mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh, sabar dengan kesusahan dan tidak meminta-minta.

    Oh alangkah sayunya hatiku
    bila aku melihatkan bangsaku
    kasih sayang sesama mereka sudah musnah
    perpaduan sudah punah ranah
    bahkan berlaku di dalam bangsaku
    pergaduhan dan tipu menipu
    kasih sayang sudah tidak lagi dipeduli
    masing-masing hidup cara sendiri

    alangkah malang bangsaku
    coba bersatu tapi tak mampu
    malah makin menjauhkan antara satu sama lain
    karena kita hanya tahu menggunakan akal semata
    Tuhan tidak di bawa bersama
    Tuhan tidak diambil kira

    Sebenarnya kunci segalanya
    bila kita mnecintai Tuhan
    cintakan Tuhan perpaduan dan kasih sayang
    akan Tuhan segera menyatukan

    Oh marilah kita semua menyatukan bangsa kita
    agar bangsa dan juga negara bersatu dan berbunga semula
    rahmat Tuhan menaungi
    bumi Tuhan dirahmati
    Kasih sayang menyinari
    semua insan hidup berharmoni

    Wahai Tuhan datangkan segera
    penyelamat bagi kami semua
    menyatukan bangsa dan juga negara
    semoga hidup aman bahagia

  • wennyaulia berkata:

    jadi ingat..pernah liat seorang bocah usia mungkin 5 taun.
    jualan harian J**** di salah satu perempatan di kota jogja.
    ugh, di mana orang tuanya…kasian sekali dia 😦

  • hanggadamai berkata:

    itulah tugas kita tuk membantu sesama…

  • ratutebu berkata:

    kondisi yang teramat sangat menyedihkan ya??

  • ILYAS AFSOH berkata:

    Pak sigma,
    Anda menggugah kesadaran bahwa diantara sebagian kecil saudara kita yang makmur, ada banyak saudara kita yang nasibnya TIDAK LEBIH BAIK.

  • azaxs berkata:

    Yup… terimakasih kita telah diingatkan..
    dan semoga kita ingat akan mereka mas.. dan nasib akan bergulir memihak mereka..

    Salam perjuangan!!

  • zoel chaniago berkata:

    berjuang hingga nafas terakhir

  • Alex berkata:

    Ass.

    Indonesia ini sebenarnya memang kaya.
    hanya saja negeri ini sudah salah urus sejak dulu……

    salam kenal mas

  • inidanoe berkata:

    zaman edan sig
    gak edan gak dapet bagian
    edan harta
    edan jabatan
    edan BBM

    sigma yang baek hati, pinter, ramah, pemurah dan tidak edan, mau gak jadi presiden.?? 🙂

  • Alex berkata:

    ass.

    Tapi yakinlah, Indonesia Jaya dan Sejahtera bukan saja mimpi
    Jika kita yakin dan berusaha bersama-sama, utk kemajuan bangsa ini InsyaAllah, Allah pasti akan mengabulkannya.

    maka percayakanlah suara kita nanti kepada pemimpin yang memang BERSIH, PEDULI DAN MENCINTAI RAKYATNYA.

    thanks ya mas Fauzan, udah mampir dan komen di blogku
    sy link ya mas

  • fauzansigma berkata:

    @ abeeayang: bener bgt bos, di paksa kenyataaan..
    @ pak sawali: iya mnrt sy jg sm sekali tidak efektif penggantian “subsidi” (yg seharusnya hak rakyat) dengan uang cash, krn subsidi BBM bukan sama dengan pengeluaran angaran scr cash di APBN.. apalagi data yg digunakan data lama..
    @ ndop: mreka masih kecil bos ndop, blm waktunya mrk bekerja, mnrt sy ya bgmn supaya kesejahteraan mereka terjamin.
    @ regsa: negaramu juga khaaan…
    @ indra 1082: canggih tapi kapitalis ndra!
    @ pelangi nurani: betul Bu,,
    @ achoey: semoga bukan otokritik ya mas..
    @ frieshbolt: SEPAKAT PAK HERU!!!!
    @ qzinklaziva: benar bung, apalagi mendekati 2009 gini
    @ juliach: benar sekali mbak, ironis ya mbak klo dibandingin di negara yg mbak diami skrg..
    @ cK; iya chik… km hebat..
    @ makhfud : terima kasih saudaraku semoga doa para muslim di dunia ini sama dengan anda, dan utk anda juga doa itu.. amiin
    @ wennyaulia: jualan J******* apaan?
    @ hanggadamai: betul
    @ ratutebu: iya mbak
    @ ILyas afsoh : iya mas, makanya itu sy bikin alamat dgn url LEBIHBAIK agar benar2 lebihbaik
    @ azaxs: sepakat mas, kita harus berpihak!
    @ zoel chaniago: wajib hukumnya
    @ alex: salah urus krn moralitas pemimpinya jg salah kaprah ..
    @ inidanoe: iya bener bgt Dan ini jaman edan,, tp sy gak sanggup klo jadi presiden.. km aja jadi Presiden IB tapii….
    @ Alex: iya mas, linkback jg kok

  • escoret berkata:

    itu dimana..???

    *sambil nunjuk gambar*

  • almascatie berkata:

    dirikan negara sendiri aja ah 😆

  • abu zainab berkata:

    assalamu’alaikum …

    bicara kemiskinan adalah
    suatu keadaan yang niscaya …
    tinggal bagaimana kita melihatnya
    apakah bagian cobaan atau hukuman
    atau ni’mat

    ingat sabda Nabi solallohu ‘alaihi wasallam
    keadaan seorang muslim bagaimanapun
    selalu baik untuknya …
    mendapat musibah dia bersabar
    mendapat kesenangan di bersyukur

    oia
    bagaimanapun kesejahteraan yang merata
    bukanlah utopia, bukan hanya indonesia
    tapi seluruh dunia …
    demikian yang dikabarkan Nabiyulloh solallohu ‘alaihi wassalam

    tapi menunggu saat itu tiba …
    jangan lah kita menjadi orang miskin yang sesungguhnya
    yakni yang jauh dari sunnah …
    lantas apa aplikasinya …
    ya tadi itu :
    “mendapat musibah dia bersabar &
    mendapat kesenangan di bersyukur”

    wassalam

  • alfaroby berkata:

    ada yang kaya dan ada pula Yang Miskin..,
    hidup ini harus seimbang… gak bisa kita selamanya harus kaya dan jangan khawatir bila yang miskin… sebentar lagi anda bakalan kaya…

    asal sabar dan mau berusaha serta beribadah…

  • nomad berkata:

    prihatinkan.. gregetan kl liat ada org korup..

  • Tirta berkata:

    Wah…mantap lah ni blog….isinya berbobot…banget….wah, kapan ya bllog ku bisa seperti ini???hehehehe….pasti bisa!!!!

  • Anton Hilman berkata:

    mo ambil absesn ajah:P
    salam kenal.makasih dah mampir

  • siapaindra berkata:

    waktu di Arab Saudi, aku pernah ketemu pengemis di jalan…
    sepertinya sih orang Afrika…
    kayaknya di mana-mana sudah jamak kalau ada kaum seperti ini…
    bukan negara miskin aja, di negara kaya juga ada…

    hanya saja kita harus mengingatkan pemerintah untuk tidak menelantarkan fakir miskin di jalanan perkotaan…
    coba terapkan sebuah sistem yang dapat memberdayakan mereka agar memacu mereka lepas dari lingkaran setan kemiskinan…

    menurut saya, BLT memiliki keefektifan yang rendah…
    karena justru mendorong tingkat konsumsi…
    bukan investasi padat karya…

  • rama berkata:

    memang seperti itu dimana2..
    sepertinya utopia versi indonesia sangat sulit diwujudkan 🙂

  • aziz berkata:

    gak tau nih mo komen apah….. salam kenal yak….. komen balik…..

  • calonorangtenarsedunia berkata:

    Ini Utopia, Zan. Utopia. Saya memperkaya diri sendiri dulu, nanti uangnya kalo sisa ya saya kasih ke negara.

  • ya berpihak pada masyarakat kecil

    adil

  • westnu berkata:

    duh gustii…. 😦

  • indrapamungkas berkata:

    I’ve heard this millions of times and I dont need to hear it anymore. what I(WE) need is the tangiable action to solve it, not just simply blaming the goverment . . .semangat!

  • hanna berkata:

    BLT? aPakah sudah bijak? Entahlah…

  • Jendral Bayut™ berkata:

    same old issue
    puyeng

  • realylife berkata:

    pengen Indonesia kaya
    amin

  • moh arif widarto berkata:

    Bunyi salah satu pasal dalam konstitusi kita:

    “Fakir miskin dan anak-anak ditelantarkan oleh negara.”

    Nggak usah kaget melihat pemandangan seperti itu, Sigma. Kalau sedang ada rejeki, bersedekahlah. Jangan mengharap pemerintah. Pemerintah itu adalah kumpulan orang yang kenyang duluan dan lapar belakangan.

  • monsterikan berkata:

    yah bgitulah kondisi jaman …

  • andy berkata:

    Waduh kasihan banget anak itu.kunjungi situs aku ya andy15.wordpress.com

  • esensi berkata:

    Beginilah hidup di negeri yang serba kontradiktif. Yang jelas, di negeri ini hanya dua yang tidak saya percayai, yakni statistik, dan hukum yang dibuat.

    Dan sialnya, kita hanya bisa memandang saja dengan tatapan nanar tanpa tahu pasti kapan fajar utopia itu akan segera terbit. Minimalnya, kita hanya bisa mengeluarkan opini saja.

    Salam,

  • Heru berkata:

    semoga keadaan cepat berubah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Utopia Jadi Negara Kaya at lebihbaik.

meta

%d blogger menyukai ini: