Kembali Bercerita

Juni 18, 2009 § 17 Komentar

Dia ingin kembali, namun dia telah pergi. Semua sepertinya hanya pergi begitu saja, tanpa memalingkan sejenak wajah-wajah mereka kepadanya untuk sekedar memandang terakhir kalinya. Cerita-cerita itu pergi begitu saja tanpa berpamitan atau bersalaman tanda perpisahan. Tak tertuliskan!

Dia ingin kembali kepada mereka, dimana tempat dia dapat berteduh dan menceritakan sejenak hari-hari yang telah dia lalui. Dia hanya seperti mesin yang terus menerus bekerja, namun tidak mempunyai cerita untuk menjadi santapan bersama teh hangat atau secangkir kopi panas yang mengharumkan ruangan seperti biasanya, diiringi oleh gitar akustik milik dawai-dawai slow rock dari sound kesayangan. Ah, dia merindukan untuk kembali.

Hari-hari saat ini hanya menjadi hari yang mengelupas seperti cat kering yang kepanasan, ya… musim yang panas, namun juga sering hujan.

dia tidak lagi menjadi siapa-siapa. dia kehilangan dirinya, atau sebagian dari dirinya, karena dia mendapatkan dirinya pada bagian yang lainya ?

—————————————

back

Tapi sepertinya tidak, dia hanya sedang mengumpulkan bahan cerita yang lebih baik lagi dan memahami skenario kecilNya.

Iklan

Tagged: , ,

§ 17 Responses to Kembali Bercerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kembali Bercerita at lebihbaik.

meta

%d blogger menyukai ini: