Mengayuh Diantara Dua Roda

Mei 21, 2011 § 17 Komentar

Ada teman di kantor yang mengomentari saya tentang sepeda “Ah itu kan hanya trend saja sekarang banyak orang naik sepeda yang tidak pakai rem & gigi itu kan”, “ooh, sepeda fixie maksudnya?” jawab saya, dan perbincangan menjadi panjang lebar dan semakin tidak menarik karena saya sedang berdebat dengan orang yang sama sekali tidak mau mendengar lawan bicara. Menurut saya sepeda kali ini bukan hanya sekedar trend, namun ini akan menjadi cara baru berkendara! Lokasi: Taman Alun-alun Renon, Denpasar

Di Bali, setiap akhir pekan berkumpullah para cyclist dari seantero Bali di Alun-alun Renon, dari yang sepeda mini, MTB, BMX, fixie, semua berkumpul untuk bersepeda di seputar alun-alun. Mobil dan sepeda motor not allowed. Saya pun setiap hari sudah menggunakan sepeda sebagai alat transportasi utama, memang sangat jauh tidak lebih cepat dari kendaraan bermotor. Namun faktanya justru dengan bersepeda kita akan berusaha untuk lebih tepat waktu, karena butuh waktu yang lebih lama untuk di jalan, sehingga kita bersiap lebih awal. Buktinya saya belum pernah telat ke kantor walaupun hanya dengan bersepeda. Selain itu dalam situs zonasepeda.com mengungkapkan, secara medis bersepeda selama 15 menit sehari secara rutin dapat mengurasi resiko kematian akibat penyakit denegeneratif sebesar 22%.

Minggu lalu saya ke  pantai yang berlokasi di pesisir tenggara Pulau Bali itu. Saya mengayuh sepeda dengan dua teman saya, jalur sepeda di tengah kota tak lagi membuat kami tertantang, oleh karenanya kami menuju pantai-pantai pesisir selatan Bali sembari menikmati keindahan alam. Pagi itu jalur kami adalah menyusuri hutan Mangroove yang ujungnya pun ada sebuah pantai. Bersepeda jarak jauh memerlukan kesiapan yang cukup, jangan lupa helm dan arm cooler (decker untuk lengan) selalu ready, persediaan air juga harus cukup, karena bersepeda jauh akan lebih cepat menguras tenaga. Setelah dari mangroove kami menuju Pantai Tanjung Benoa, yang merupakan salah satu pantai yang banyak wahana permainan air, namun kami hanya ingin menyisir pantai dan menikmati keindahan pantai ini. Tidak semua track pesisir mudah dilalui, waktu itu pun kami harus menuntun sepeda karena di pasir roda akan lebih sulit berjalan. Belum lagi jalur pantai yang tidak selalu mudah, terkadang kami harus menjinjing sepeda untuk menghindari air laut karena khawatir akan mudah berkarat.

Perjalanan kami lanjutkan ke Nusa Dua. kembali menyisir pantai dan beristirahat sejenak disana sampai karena sejuknya udara pantai dan suara deburan ombak kami akhirnya ketiduran :)). Hari sudah siang, dan waktu Sholat telah tiba, jalanan menanjak di depan mata menuju komplek 5Element menanti kami. Nah, salah satu cara untuk menempuh jalan menanjak tinggi adalah dengan menurunkan gigi depan dari 3 ke 1, dan gigi belakang dari 7 ke 2 atau 3, itu secara teori akan bermanfaat namun prakteknya tenaga habis juga untuk menanjak dan akhirnya kami berhenti di tengah tanjakan untuk minum air dan menuntun sampai atas.

Lokasi : Tanjung Benoa « Read the rest of this entry »

Iklan

Senyumku untuk UNS BlogFest 0.9

April 24, 2009 § 23 Komentar

Hari itu, semua begitu menghebohkan! Saya dan seorang teman berada di lantai 2 untuk memaintenance hotspot di gedung auditorium UNS. Aku sejenak berpikir, apakah semua peserta akan dapat konsisten  hingga pukul 16.00 sore nanti. Aku khawatir, karena biasanya para peserta seminar sudah mulai kabur setelah adzan dhuhur berkumandang. Kawanku yang hebat itu sudah tertidur pulas di atas kursi-kursi yang biasanya untuk menjamu para tamu wisudawan pada waktu-waktu kelulusan mahasiswa. Kasihan dia, semalam suntuk hingga adzan subuh masih saja mengutak-atik jaringan hotspot agar acara ini berjalan sukses. DAN, memang benar, salah satu point yang sangat penting pada acara ini adalah fasilitas hotspot. Karena acara ini adalah sebuah event yang  tidak main-main di UNS, namanya UNS BLOGFEST 0.9!!

Peserta begitu ramai, riuh rendah tawa mereka memenuhi seluruh auditorium, Iman Brotoseno sedang bersandar di kursi pembicara bersama seorang moderator, gayanya memang khas, seorang photographer sekaligus penulis dan pastinya berwawasan sangat luas. Dengan kaos semi formal dan sepatu santainya, dia begitu mempesona para audiens yang sedang mendengarkan berbagai fatwanya tentang dunia blogosphere di Indonesia. Cerita-cerita serunya tentang berbagai pengalaman seputar blog, jurnalistik, photography bahkan hingga soal politik pun menggemparkan suasana, disertai humor-humor segarnya, Iman Brotoseno terus melenggang dengan kalimat-kalimat indahnya. Audiens yang kebanyakan mereka adalah mahasiswa UNS dan tidak semua dari mereka mengenal Blog pun akhirnya manggut-manggut dan menyesap habis obrolan khas ngopi Iman Brotoseno. Benar-benar mantap!

blog1 uns

Tidak kalah ramainya, Kristupa W Saragih (the boss of FN, pen) banyak berbicara soal photoblog dan kemanfaatanya ketika sebuah photo dipublish melalui social netwoking semisal blog. Kristupa yang menggunakan pakaian santai tersebut juga bercerita, mengapa akhirnya dia memutuskan untuk memotret sebagai jalan hidupnya, padahal dulunya dia adalah seorang mahasiswa jurusan Teknik Geologi di Jogja.Kristupa juga memberikan banyak masukan tentang bagaimana membuat sebuah foto yang menarik dan bagaimana foto itu bisa berbicara, bukan hanya sebuah salon foto, namun foto juga harus mempunyai makna.

Dari atas sini, nampak mereka yang berdress code abu-abu, mereka adalah para pejuang blogfest 0.9 ini, mereka tampak bergembira, walaupun terkadang kutemukan beberapa diantara mereka yang berwajah kucel dan ngantuk, itu karena keistiqomahan mereka untuk lembur dan siap sedia dalam berbagai kondisi demi terlaksananya blogfest perdana ini. Akhirnya, ada juga yang membawakanku snack dan kopi hangat untuk mengisi perutku yang sudah keroncongan cacingnya. Sesi kedua setelah Kristupa dan Iman Brotoseno adalah Melanie Subono dan Radityadika.

Melanie Subono, seperti biasa dengan santainya dia melenggang memasuki auditorium dan memerintahkan semua mata yang melihatnya terpesona, penampilanya benar-benar Slankers sejati. Tidak mau duduk di kursi pembicara dan malah klesotan di di tangga podium. Setiap penanya laki-laki akan di samperinya, kalau perempuan, si penanyanya yang suruh ke atas podium. « Read the rest of this entry »

Bikin UNS Blog

April 1, 2009 § 17 Komentar

Oke kawan-kawan. Sebelumnya saya sarankan sebelum membaca postingan saya kali ini anda membaca dulu yang sebelumnya : yang ini

Jadi disini saya hanya sekedar ingin berbagi dengan kalian. Membuat blog dengan subdomain UNS! Ini adalah salah satu bentuk loyalitas kita terhadap kampus kita tercinta itu kawan.

Pertama-tama jelas jangan sampai lupa siapkan mental anda, bagi yang belum mandi, silakan tidak perlu mandi segala. Santai saja sambil ngopi, ngeteh, atau makan gorengan.

LANGKAH ke 1.

Kunjungi wesite ini : http://blog.uns.ac.id silakan dilihat-lihat dahulu apakah ada monster atau cicak yang nempel di dinding laptop anda!

LANGKAH ke 2.

Bagi temen-temen yang BELUM punya EMAIL UNS, silakan mendaftar, klik saja kolom REGISTER EMAIL UNS tersebut. GRATIS dan langsung jadi! Isi data di form tersebut sebenar-benarnya kemudian anda akan menemui kolom REFERENSI. Artinya adalah anda diminta memasukan alamat email seseorang yang merekomendasikan anda untuk membuat email tersebut, silakan di isi dengan email saya : fauzansigma@blog.uns.ac.id. Lalu pencet DAFTAR! Nah, jadilah email UNS anda.

LANGKAH ke 3.

Kita tinggalkan sejenak email UNS tadi, silakan di buka di tab baru halaman yang ini tadi http://blog.uns.ac.id/register dan pencet ikon SIGN UP di pojok kanan atas. Disitu akan muncul tampilan kolom sederhana yang berisikan USERNAME, EMAIL ADDRESS dan YOUR PROFILE DETAIL. Isikan pada username, nama anda yang akan anda gunakan untuk Login ke blog anda nantinya. Isikan pada email address, alamat email yang telah anda buat di xxxxx@blog.uns.ac.id . kemudian isikan nama lengkap anda, pada Your Profile Detail. Jika anda ingin langsung mengupload foto anda silakan masukan ke profile picture dan upload. Biarkan kolom GIMME a BLOG tetap seperti itu. Dan klik NEXT!

LANGKAH ke 4.

Blog Domain adalah bakal calon URL (alamat) blog anda, misal anda isi dengan Paijon maka nantinya nama blog anda adalah http://paijon.blog.uns.ac.id

Blog title adalah judul blog anda nantinya. Isikan saja sekenanya jika anda belum dapat insipirasi, nanti bisa kita rubah kok, tapi kalau blog domain sudah tidak dapat dirubah lagi. Dan kemudian klik SIGN UP!

LANGKAH ke 5

Akan muncul satu pernyataan bahwa anda harus mengaktivasi blog ini, dari email anda. Silakan kunjungi webmail yang tadi menampilkan email anda. Atau kunjungi link ini http://blog.uns.ac.id/webmail/ kemudian cek di inbox apakah sudah ada email dari admin untuk anda, lalu klik activate pada URL yg telah diberikan. Dan jika ada statement Your account is now active! Berarti blog anda sudah jadi!

UPDATE !!! UPDATE!!!

UPDATE !!! UPDATE!!!

UPDATE !!! UPDATE!!!

Pada langkah terakhir ketika ingin membuat email UNS, diminta untuk mengupload scan-an Karmas, itu tidak perlu anda lakukan jika anda sudah menggunakan reference email saya diatas, namun tetap di upload file berformat JPEG, atau BMP. Untuk formalitas saja. Silakan dinikmati. VIVA BLOGGER UNS! YANG SEKARANG JUMLAH SUDAH MELEBIHI 500!

UNS Go-Blog!

Maret 31, 2009 § 14 Komentar

Solo – UNS. Saya adalah seorang mahasiswa UNS yang telah menapaki tahun terakhir di kampus, begitu banyak hal yang saya pelajari dari kampus yang sejuk dan sederhana ini. Benar-benar kampus yang sederhana, dengan fasilitas apa adanya, namun menurut saya justru itulah arti sebuah perjuangan ini. Tidak pernah saya kecewa dan justru sangat berbangga karena bisa merasakan pendidikan di kampus ini. UNS yang berdiri pada 11 Maret 1976 ini dapat meningkatkan rankingnya di  webomatric dari 4.681 pada bulan Juli 2008 lalu,  menjadi 2.159.  Manuver yang luar biasa bukan.

Hal ini menjadikan saya semakin berbangga hati karena telah memilih cinta saya pada UNS.  Saya menjadi mengenal teknologi dan berbagai instrumennya juga karena wawasan dan wacana yang saya dapatkan dari kampus ini, saya menjadi blogger (halah… jarang apdet ya ga apa2, red) juga karena saya dikenalkan oleh Wi-Fi gratisan di sekitar kampus. Yang akhirnya membawa saya ke dunia yang benar-benar luar biasa, blog memang benar bisa merubah dunia. Saya menjadi mengenal orang dari berbagai jenis suku di Indonesia juga salah satunya karena blog ini. Kawan, blog bukan sekedar curhat, walaupun tulisan saya sering terkesan cengeng, tapi bukan hal itu pointnya kawan. Tapi menulis merupakan satu hal yang tidak bisa didapatkan secara cuma-cuma! Menulis dengan berbagai inspirasi dari manapun merupakan satu kelebihan yang luar biasa, iya kalian para blogger di mana pun anda, anda adalah orang-orang luar biasa. Karena tulisan anda bisa merubah dunia, dari satu hal yang sangat kecil yaitu rangkaian huruf-huruf menjadi satu hal yang luar biasa.

Oke, kita kembali ke UNS kawan.  Walaupun agak ketinggalan namun UNS berani untuk memulai, budaya ketinggalan jaman dan gaptek akan pengetahuan seputar IT akan di babat habis di UNS. Artinya akan datang masa renaissance di UNS yang di awali oleh para blogger di UNS. « Read the rest of this entry »

Rode Roos

Maret 27, 2009 § 11 Komentar

Aku telah menyiapkan semuanya, dengan waktu yang sangat sempit akhirnya semua finish. Walaupun masih jauh dari ekspektasiku tapi ini adalah usaha maksimalku. Aku sudah siapkan lilin, roti cake, dan taburan bunga untuk menyambut kedatanganya. Aku berusaha bersikap biasa saja ketika bertemu denganya. Dia Nampak bingung, aku yang selalu terlihat kusam, kacau dan jauh dari yang namanya rapi didepanya, tiba-tiba saja mengenakan setelan kemeja dan celana yang menurutku itu sudah sangat rapi lengkap dengan sepatu kulit yang berkilap. Dari kostnya yang di dekat kampus, aku telah menunggunya untuk beberapa saat, dia sedang ada acara di suatu tempat yang agak jauh dari kampus. 21:30 oke aku masih sabar menunggunya. 22:00 dia datang. Aku berdebar-debar, kuusahakan menunjukan senyum paling manis sebisaku didepanya. Aku bilang padanya hanya ingin mengajaknya keluar dan akhirnya terlaksana juga rencanaku itu. Aku yakin sekali, bahwa dalam hatinya dia pasti sudah menebak-nebak apa yang akan aku lakukan, namun aku berusaha untuk tidak memikirkan hal itu, aku tidak mau mengecewakan diriku sendiri sebelum melihat hasil akhirnya.

Disuatu tempat yang jauh dari kota aku sudah menyiapkan acara kecil-kecilan. Akhirnya sampai juga di lokasi yang sudah kutentukan, aku segera mengontak timku untuk bertindak cepat. Jangan sampai acara ini gagal karena ketidak-solidan tim pikirku.

Waduk pinggiran kota. Aku tiba disana bersamanya, semakin masuk agak jauh kedalam aku membawanya serta. Dia hanya tertawa-tertawa kecil. Akhirnya tiba di lokasi. Aku mengambil keputusan untuk dapat menerima apapun reaksinya.

Lilin-lilin kecil yang tersapu angin malam itu memberinya jalan di kanan kirinya penerangan, temaram lilin itu tersusun pada setiap anak tangga yang dia tapaki, memberikan dia sedikit penerangan untuk menuju ke dasar tangga. Tangga itu menurun. Di dasar tangga tepat, ku siapkan alas karpet untuknya agar dia bisa duduk lebih nyaman. Di setiap tangga dan sekitar karpet aku taburi dengan serpihan bunga. Disitu sudah ada kue ulang tahun yang menunggu untuk ditiup oleh orang yang sangat kusayangi itu. Dia masih tersenyum, senyuman yang belum pernah ku lihat sebelumnya, aku senang dia bisa tersenyum dengan apa yang telah aku lakukan untuknya. Iya, aku melakukan ini hanya untuknya. Di alam terbuka dan masih sangat sejuk ketika sore hari kita ingin nikmati indahnya sunset. Rumput yang terhempas angin malam menjadi pelengkap suasana, orchestra alam semesta yang menjadi backsound malam indah itu adalah suara-suara jangkrik dan kodok yang menyanyikan lagu melankolis khas pedesaan. Aku dan dia masih berpandangan, dia masih tersenyum padaku, hatiku bergetar melihat senyumanya. Hanya ada aku dan dia, kami saling bercerita, aku dan dia tidak pernah kehabisan cerita, aku dan dia sangatlah berbeda, namun ada satu hal yang sama dari kami, yaitu keras kepala. Dan pada perbedaan itulah kami menemukan makna, mengapa kami dipertemukan.

Aku menuangkan minum untuknya, satu gelas untuknya dan satu gelas untuku. Kami hanya saling berdiam, dan saling menatap. Diam, dan diam… namun kediamanya tidak pernah hanya diam, dia selalu berpikir dan terkadang aku sering jengkel dibuatnya ketika dia melakukan hal itu. Dia selalu tahu apa yang ku pikirkan. Tapi sebaliknya juga, aku juga sering seperti itu terhadapnya, dan dia akan cemberut lalu menunjukan pipinya yang kemerahan semakin menggembung seperti ikan koi. Dia adalah wanita paling indah yang pernah aku temui, dia bukan hanya seorang wanita yang cantik, aku sangat suka jalan pikiranya, dia begitu cerdas. Bagaimana dia menyikapiku ketika aku sudah kehilangan kendali sangatlah anggun, aku sering merasa bersalah karena telah marah kepadanya. Namun dia akan selalu menunjukan senyum terbaiknya untukku. « Read the rest of this entry »

Entahlah

Maret 15, 2009 § 18 Komentar

17.30

Pramex sore itu – aku berlari mengejar ketinggalan kereta menuju Kota Budaya (Solo, pen). Petugas peron sudah memperingatkan aku untuk segera berlari daripada aku harus menunggu satu jam lagi kereta selanjtunya.

Aku terkejut, ada yang berteriak memanggil namaku dari luar gerbong kereta. Ternyata dia adalah teman ku yang kunci Kosnya masih ada di tasku. Geli sekaligus konyol perasaanku, aku tertawa dan sekaligus merasa bersalah karena kekonyolanku waktu itu. Coba saja dia tidak ingat bahwa aku membawa kunci kostnya, bisa jadi dia akan sangat kesusahan untuk menjebol pintu kostnya malam itu. Akhirnya sambil tertawa-tawa miris, aku lemparkan kunci kostnya melalui jendela kreta. Seluruh penumpang digerbong melihatku dan bertanya-tanya ada apa dengan orang itu.

Aku ceroboh, sekaligus pemalas, dan pastinya moody. Itu kata seseorang yang sangat mengenalku. Itu hanya segelintir kekonyolan yang kuderita selama hidupku. Belum disebutkanya sifat-sifat konyolku yang lain. “kamu kok bisa sante gitu, padahal sudah deadline! Hidupmu udah deadline Bhi…..!” itu yang pernah dikatakanya, dan aku hanya terkikik.

Iya. Bhi… dia biasa memanggilku Bhi. Entah dapat darimana nama itu, padahal pada namaku tidak ada unsur penyusunya yang dapat dikaitkan pada kata seperti Bhi.

Aku sudah sangat lama menjadi manusia yang hidup terlalu bebas, aku tidak pernah terikat peraturan, apalagi keterikatan pada sesuatu dan ketergantungan. Hidupku begitu mengalir dan penuh dengan tawa-tawa gila. Semua hal bisa menjadi bahan bercandaku, dari sesuatu yang sangat kecil misalnya seorang dosen yang hanya berani memandang papan screen ketika mengajar, hingga wakil presiden yang datang ke kota dimana aku tinggal, dan apa yang dilakukanya disini, apakah dia akan pergi ke pasar Klewer lalu membeli aromanis karena sedang ada sekaten.

Di pramex aku sudah mendapat tempat duduk, setidaknya dapat meletakan tas berat di punggungku sejenak karena tempat duduku sangat sempit. Aku melihat sekeliling dan menemukan beberapa penumpang mengenakan headphone. Hemm, aku pikir, mereka sedang memainkan soundtrack hidup mereka masing-masing sepertinya. Setiap orang mempunyai cerita, bahkan setiap cerita akan menyimpan banyak makna, dan hikmah kalau kita bisa menarik satu kesimpulan. Namun kadang sebagian dari kita tidak pernah menganalisis ulang dan berpikir lebih jauh tentang cerita-cerita itu. Aku sendiri, mempunyai cerita yang panjang, tidak mungkin aku ceritakan pada kalian. Terlalu ribet. Suatu hari aku ingin menceritakanya pada anak-anaku kelak, aku ingin menuliskan cerita-cerita itu, dan membuatnya menjadi satu jilid buku yang akan ku tulis bersama istriku nantinya. Aku bukanlah orang yang sempurna, aku hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik. Kelak kalau aku mati, ceritaku bisa bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya, aku sudah sangat bahagia. « Read the rest of this entry »

Nabilla

September 8, 2008 § 44 Komentar

Cukup, biarkan semua berjalan natural saja pikirku, toh mereka akan sadar dengan sendirinya.

Aku mulai mengambil peralatan perangku seperti biasanya, ransel, helm standard, motor dan beberapa perlangkapan jalan lain. Panti asuhan, tujuanku bersama temanku. Sama sekali lain, aku bertemu anak-anak usia dibawah lima tahun yang entah orang tua mereka ada dimana, entah dari keluarga berada ataupun keluarga tipe 21. Entah dengan sejarah suram akan kelahiranya, atau sejarah yang baru akan dibuat karena mereka tanpa asal-usul yang pasti.

Nabilla, anak usia kira-kira dua tahun itu sedang berada dalam box bayi ukuran 1×1 m dengan krawang-krawang pembatas yang sudah mulai mengelupas cat putihnya, bahkan sebagian sudah karatan. Nabilla baru belajar berdiri. Senyumnya tulus, dari matanya yang bening dan polos itu dia balik menatapku tanpa ekspresi, namun akhirnya setelah kuhibur dengan hiburan konyol ala happy three friend “na…na…na…na…na…3X” akhirnya dia tersenyum juga. Manis sekali anak ini, rambutnya yang masih tipis menghiasi wajah mungilnya, dan dia menunjukan giginya yang baru ada 2 ketika dia tersenyum. Pipinya yang masih kemerahan semakin terlihat lucu dengan sedikit lesung pipit di kedua sisinya.

Nabilla melambaikan tanganya kepadaku, anak ini sangat mudah bergaul, tidak seperti anak kecil biasanya. mungkin bagi Nabilla pelukan dari tangan siapapun adalah kasih sayang, senyum itu semakin lebar ketika dia kudekap, tapi kata suster yang jaga di panti itu anak-anak disini tidak boleh digendong, nanti jadi pengen digendong semua. Dia terlalu muda untuk mengetahui tentang dirinya.

Tiba-tiba ada temanku yang berkata “Apa kata pertama yang akan diucapkan Nabilla ketika dia sudah mulai belajar bicara, ya?” ketika anak-anak lain biasanya mengucapkan “mama..” atau “papa..” lalu apakah Nabilla tidak bisa mendapatkan yang serupa, apakah kata pertamanya haruslah “siapa… ” “aku…”.

senyumnya adalah ironi dari cerita panjang kehidupanya yang berliku, Nabilla. Dia hanya satu dari berjuta-juta “Nabilla” yang lain. Bukankah Nabilla mempunyai harapan yang sama dengan anak-anak seumurnya.

…………….untuk Nabilla……………….. :((

Where Am I?

You are currently browsing the documentation category at lebihbaik.

%d blogger menyukai ini: