MAFI

Agustus 14, 2009 § 10 Komentar

Tidak seperti biasanya, malam ini begitu sepi, hanya ada jangkrik yang menambah pekat suasana malam. Aku menghitung bunyi jangkrik itu dan kuikuti kemana ia ada. Satu, dua, tiga, empat mungkin lebih. Malam ini dadaku semakin disesakkan oleh suara-suara tak terdengar beberapa kawan dekat, mereka mengeluh, mereka berteriak, mereka berkabung dan berpikir kembali apa saja yang sudah mereka lakukan dalam hidupnya. Mereka sedang mengaitkan cerita-cerita yang pernah mereka buat bersama, mereka mandapati bahwa mereka semua mendapati tanda dalam kehidupan. Mereka mendapati bahwa ada yang mereka perjuangkan dalam hidupnya. Namun, cerita itu hanya menumpuk di laci memori mereka. Semua dapat menjadi kenangan namun tidak semua kenangan dapat menjadi pelajaran, seperti yang terjadi pada kawan-kawan baik ku itu, berjuta-juta sel otak dalam korteks cerebelumnya menyimpan data yang begitu banyak namun aku tidak dapat mengerti mengapa mereka masih saja tercenung dalam kenyataan yang hanya berujung pada sebuah ketidak pastian. Kekecewaan mungkin.

surabaya

“Dalam setiap kejadian terdapat satu pesan dari Tuhan” kata Jon ketika beberapa waktu lalu aku minum kopi denganya. Jon bukan seorang kawan yang mudah diajak berbicara, tidak semua orang dapat mendapati dia bercerita tentang dirinya dan hidupnya, apalagi perasaanya. Jon adalah tipe orang yang selalu ingin mendapatkan satu alasan ketika dia melakukan sebuah perbuatan, bahkan dia masih mempertanyakan kenapa tokoh utama dalam film Forrest Gump ingin berlari selama hidupnya dan ketika ditanya oleh jurnalis dia hanya menjawab “I Just Run!!”

Jon tidak dapat menerima sesuatu yang bersifat bonus dari Tuhan. Namun Jon masih percaya Tuhan. Jon adalah pria yang tulus, dia bahkan rela memberikan waktu dalam hidupnya untuk teman-temanya sampai tidak memikirkan dirinya sendiri. Namun saat ini sepertinya Jon sudah lelah, dengan semua yang telah dia berikan kepada teman-temanya, Jon hanya diberi bonus kekecewaan yang terlalu dalam oleh Tuhan. Pikir Jon saat itu.

“Seperti kata Ahmad Albar, Dunia ini panggung sandiwara, setiap kita dapat satu perananan dalam hidup, tinggal kitanya aja, dapat memahami peran kita atau tidak…”

Kata Mafi ketika berdebat dengan Jon. Mafi dan Jon adalah kawan-kawanku yang luar biasa, tidak ada mereka rasanya aku tidak pernah hidup. Mafi juga sedang lelah dalam perjalananya, Mafi merupakan seorang pemain peran yang handal dalam hidup, dia mempunyai banyak sekali topeng ketika bertemu orang, hingga orang – orang itu pasti percaya bahwa Mafi adalah pemilik topeng yang sesungguhnya. itulah keunggulan Mafi dibanding dengan Jon, Mafi suka bertopeng dan bermain dalam topengnya dengan sepenuh hati. Jon, tidak akan pernah bermain topeng, tapi semua sakitnya dipendam dalam hati. « Read the rest of this entry »

Iklan

Kembali Bercerita

Juni 18, 2009 § 17 Komentar

Dia ingin kembali, namun dia telah pergi. Semua sepertinya hanya pergi begitu saja, tanpa memalingkan sejenak wajah-wajah mereka kepadanya untuk sekedar memandang terakhir kalinya. Cerita-cerita itu pergi begitu saja tanpa berpamitan atau bersalaman tanda perpisahan. Tak tertuliskan!

Dia ingin kembali kepada mereka, dimana tempat dia dapat berteduh dan menceritakan sejenak hari-hari yang telah dia lalui. Dia hanya seperti mesin yang terus menerus bekerja, namun tidak mempunyai cerita untuk menjadi santapan bersama teh hangat atau secangkir kopi panas yang mengharumkan ruangan seperti biasanya, diiringi oleh gitar akustik milik dawai-dawai slow rock dari sound kesayangan. Ah, dia merindukan untuk kembali.

Hari-hari saat ini hanya menjadi hari yang mengelupas seperti cat kering yang kepanasan, ya… musim yang panas, namun juga sering hujan.

dia tidak lagi menjadi siapa-siapa. dia kehilangan dirinya, atau sebagian dari dirinya, karena dia mendapatkan dirinya pada bagian yang lainya ?

—————————————

back

Tapi sepertinya tidak, dia hanya sedang mengumpulkan bahan cerita yang lebih baik lagi dan memahami skenario kecilNya.

For the Loser

April 14, 2009 § 14 Komentar

Aku adalah sebagian dari mereka, yang sedang asyik tertawa. Tapi aku bukan tertawa karena gembira dan bahagia, tapi aku tertawa karena aku tahu aku sudah gila. Aku tidak sendiri pastinya, kawan-kawanku dari berbagai daerah juga banyak yang menjadi seperti ku sekarang ini. Aku hanya berdiri di sudut ruangan ini, untung saja ruangan ini ber AC dan ada TVnya, kalau tidak aku sudah tambah gila.

Sendirian aku di ruangan ini, aku merasa sepi, aku merasa salah dan kalah! Aku kalah… Aku kalah… Aku tidak dapat duduk di kursi empuk itu sambil berdiskusi dan menikmati uang mengalir secara spontan ke rekeningku. Karena saat ini aku hanya dapat disini sendiri menatap halaman berumput hijau itu. Semua miliku sudah habis, hutangku bertambah berlipat-lipat seperti grafik kuadrat, anak istriku sebenarnya sudah melarangku, tapi aku tidak mungkin hanya diam dengan kesempatan seperti ini. Usahaku bangkrut karena semua aset kujual dan kugadaikan. Hanya untuk sekedar berpesta di gelanggang perebutan kursi panas itu.

Aku menatap keluar dari jendela kamarku, terkadang mereka yang di halaman luar sana menyapaku dengan lambaian tanganya, sebenarnya mereka sadar atau tidak, aku juga tidak tahu, kerena mereka juga sepertiku tetapi masuk kesini dengan jalan yang berbeda.

Aaaahh, sekarang sudah jam 12 siang. Waktuku untuk makan siang, aku sedang menunggu wanita yang biasanya membawakanku makanan. Yang aku herankan, kenapa wanita itu selalu memakai pakaian serba putih. Dan, ketika aku ingin berlari pergi dari ruangan ini, ada dua pria yang berbaju putih mencegahku. Mereka bilang aku gila tapi aku merasa waras sepenuhnya, aku adalah anggota dewan hoi!

—————————————————————————————————————————————————-

Fakta:

11.215 orang memperebutkan 560 kursi DPR dan 1.109 orang bersaing mendapatkan 132 kursi Dewan Perwakilan Daerah. Selain itu, sekitar 112 ribu orang bertarung untuk mendapat 1.998 kursi di DPRD provinsi dan 1,5 juta orang bersaing merebut 15.750 kursi DPRD kabupaten/kota. Total caleg 1.624.324 orang dan total kursi yang diperebutkan 18.440 kursi.

Dari 1.627.342 orang tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa 1.605.884 orang bakal gagal menduduki kursi “Anggota Dewan  Terhormat” (mediaindonesia.com).

Kuota RSJ di Bogor, Rumah Sakit Jiwa Marzuki Mahdi (RSMM): “Kami telah menyiapkan 10 ruangan VIP  khusus untuk caleg yang kaya raya dari Kota Bogor, maupun dari luar Bogor, yang  tidak lolos menjadi anggota DPRD. Ada 104 kamar dari total 800 kamar yang belum terisi. Dari kamar kosong itu, sebagian besar memang disiapkan mengantisipasi lonjakan pasien setelah pemilu 2009” (sorot.vivanews.com). « Read the rest of this entry »

Rode Roos

Maret 27, 2009 § 11 Komentar

Aku telah menyiapkan semuanya, dengan waktu yang sangat sempit akhirnya semua finish. Walaupun masih jauh dari ekspektasiku tapi ini adalah usaha maksimalku. Aku sudah siapkan lilin, roti cake, dan taburan bunga untuk menyambut kedatanganya. Aku berusaha bersikap biasa saja ketika bertemu denganya. Dia Nampak bingung, aku yang selalu terlihat kusam, kacau dan jauh dari yang namanya rapi didepanya, tiba-tiba saja mengenakan setelan kemeja dan celana yang menurutku itu sudah sangat rapi lengkap dengan sepatu kulit yang berkilap. Dari kostnya yang di dekat kampus, aku telah menunggunya untuk beberapa saat, dia sedang ada acara di suatu tempat yang agak jauh dari kampus. 21:30 oke aku masih sabar menunggunya. 22:00 dia datang. Aku berdebar-debar, kuusahakan menunjukan senyum paling manis sebisaku didepanya. Aku bilang padanya hanya ingin mengajaknya keluar dan akhirnya terlaksana juga rencanaku itu. Aku yakin sekali, bahwa dalam hatinya dia pasti sudah menebak-nebak apa yang akan aku lakukan, namun aku berusaha untuk tidak memikirkan hal itu, aku tidak mau mengecewakan diriku sendiri sebelum melihat hasil akhirnya.

Disuatu tempat yang jauh dari kota aku sudah menyiapkan acara kecil-kecilan. Akhirnya sampai juga di lokasi yang sudah kutentukan, aku segera mengontak timku untuk bertindak cepat. Jangan sampai acara ini gagal karena ketidak-solidan tim pikirku.

Waduk pinggiran kota. Aku tiba disana bersamanya, semakin masuk agak jauh kedalam aku membawanya serta. Dia hanya tertawa-tertawa kecil. Akhirnya tiba di lokasi. Aku mengambil keputusan untuk dapat menerima apapun reaksinya.

Lilin-lilin kecil yang tersapu angin malam itu memberinya jalan di kanan kirinya penerangan, temaram lilin itu tersusun pada setiap anak tangga yang dia tapaki, memberikan dia sedikit penerangan untuk menuju ke dasar tangga. Tangga itu menurun. Di dasar tangga tepat, ku siapkan alas karpet untuknya agar dia bisa duduk lebih nyaman. Di setiap tangga dan sekitar karpet aku taburi dengan serpihan bunga. Disitu sudah ada kue ulang tahun yang menunggu untuk ditiup oleh orang yang sangat kusayangi itu. Dia masih tersenyum, senyuman yang belum pernah ku lihat sebelumnya, aku senang dia bisa tersenyum dengan apa yang telah aku lakukan untuknya. Iya, aku melakukan ini hanya untuknya. Di alam terbuka dan masih sangat sejuk ketika sore hari kita ingin nikmati indahnya sunset. Rumput yang terhempas angin malam menjadi pelengkap suasana, orchestra alam semesta yang menjadi backsound malam indah itu adalah suara-suara jangkrik dan kodok yang menyanyikan lagu melankolis khas pedesaan. Aku dan dia masih berpandangan, dia masih tersenyum padaku, hatiku bergetar melihat senyumanya. Hanya ada aku dan dia, kami saling bercerita, aku dan dia tidak pernah kehabisan cerita, aku dan dia sangatlah berbeda, namun ada satu hal yang sama dari kami, yaitu keras kepala. Dan pada perbedaan itulah kami menemukan makna, mengapa kami dipertemukan.

Aku menuangkan minum untuknya, satu gelas untuknya dan satu gelas untuku. Kami hanya saling berdiam, dan saling menatap. Diam, dan diam… namun kediamanya tidak pernah hanya diam, dia selalu berpikir dan terkadang aku sering jengkel dibuatnya ketika dia melakukan hal itu. Dia selalu tahu apa yang ku pikirkan. Tapi sebaliknya juga, aku juga sering seperti itu terhadapnya, dan dia akan cemberut lalu menunjukan pipinya yang kemerahan semakin menggembung seperti ikan koi. Dia adalah wanita paling indah yang pernah aku temui, dia bukan hanya seorang wanita yang cantik, aku sangat suka jalan pikiranya, dia begitu cerdas. Bagaimana dia menyikapiku ketika aku sudah kehilangan kendali sangatlah anggun, aku sering merasa bersalah karena telah marah kepadanya. Namun dia akan selalu menunjukan senyum terbaiknya untukku. « Read the rest of this entry »

Entahlah

Maret 15, 2009 § 18 Komentar

17.30

Pramex sore itu – aku berlari mengejar ketinggalan kereta menuju Kota Budaya (Solo, pen). Petugas peron sudah memperingatkan aku untuk segera berlari daripada aku harus menunggu satu jam lagi kereta selanjtunya.

Aku terkejut, ada yang berteriak memanggil namaku dari luar gerbong kereta. Ternyata dia adalah teman ku yang kunci Kosnya masih ada di tasku. Geli sekaligus konyol perasaanku, aku tertawa dan sekaligus merasa bersalah karena kekonyolanku waktu itu. Coba saja dia tidak ingat bahwa aku membawa kunci kostnya, bisa jadi dia akan sangat kesusahan untuk menjebol pintu kostnya malam itu. Akhirnya sambil tertawa-tawa miris, aku lemparkan kunci kostnya melalui jendela kreta. Seluruh penumpang digerbong melihatku dan bertanya-tanya ada apa dengan orang itu.

Aku ceroboh, sekaligus pemalas, dan pastinya moody. Itu kata seseorang yang sangat mengenalku. Itu hanya segelintir kekonyolan yang kuderita selama hidupku. Belum disebutkanya sifat-sifat konyolku yang lain. “kamu kok bisa sante gitu, padahal sudah deadline! Hidupmu udah deadline Bhi…..!” itu yang pernah dikatakanya, dan aku hanya terkikik.

Iya. Bhi… dia biasa memanggilku Bhi. Entah dapat darimana nama itu, padahal pada namaku tidak ada unsur penyusunya yang dapat dikaitkan pada kata seperti Bhi.

Aku sudah sangat lama menjadi manusia yang hidup terlalu bebas, aku tidak pernah terikat peraturan, apalagi keterikatan pada sesuatu dan ketergantungan. Hidupku begitu mengalir dan penuh dengan tawa-tawa gila. Semua hal bisa menjadi bahan bercandaku, dari sesuatu yang sangat kecil misalnya seorang dosen yang hanya berani memandang papan screen ketika mengajar, hingga wakil presiden yang datang ke kota dimana aku tinggal, dan apa yang dilakukanya disini, apakah dia akan pergi ke pasar Klewer lalu membeli aromanis karena sedang ada sekaten.

Di pramex aku sudah mendapat tempat duduk, setidaknya dapat meletakan tas berat di punggungku sejenak karena tempat duduku sangat sempit. Aku melihat sekeliling dan menemukan beberapa penumpang mengenakan headphone. Hemm, aku pikir, mereka sedang memainkan soundtrack hidup mereka masing-masing sepertinya. Setiap orang mempunyai cerita, bahkan setiap cerita akan menyimpan banyak makna, dan hikmah kalau kita bisa menarik satu kesimpulan. Namun kadang sebagian dari kita tidak pernah menganalisis ulang dan berpikir lebih jauh tentang cerita-cerita itu. Aku sendiri, mempunyai cerita yang panjang, tidak mungkin aku ceritakan pada kalian. Terlalu ribet. Suatu hari aku ingin menceritakanya pada anak-anaku kelak, aku ingin menuliskan cerita-cerita itu, dan membuatnya menjadi satu jilid buku yang akan ku tulis bersama istriku nantinya. Aku bukanlah orang yang sempurna, aku hanya berusaha untuk melakukan yang terbaik. Kelak kalau aku mati, ceritaku bisa bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya, aku sudah sangat bahagia. « Read the rest of this entry »

Porsima

November 19, 2008 § 32 Komentar

AKU AKAN MERINDUKAN KALIAN!

TV

September 23, 2008 § 31 Komentar

bangun tidur nonton Tv
makan sambil nonton TV
bermain sambil nonton TV
berkumpul bersama teman hanyalah TV
teman adalah TV
TV adalah Tuhan

mereka ditempat yang berbeda
tertawa bersama TV tapi tetap merasa sepi

Where Am I?

You are currently browsing the gak penting category at lebihbaik.

%d blogger menyukai ini: