Pelajaran dari Pemilu Malaysia

Maret 10, 2008 § 41 Komentar

Dalam pesta demokrasi yang dilakukan oleh negara tetangga kesayangan kita ini diikuti oleh 8 Partai Politik yang masing-masing mempunyai basic yang berbeda. Seperti yang diberitakan oleh kantor berita ternama di Malaysia, Parti (Partai kalo dalam bahasa Indonesia) Barisan Nasional memenangkan 140 Kursi dari 222 Kursi yang ada di parlemen. Saya kutipkan persis dari koran elektronik nya nih “Kedudukan Abdullah sebagai Perdana Menteri menjadi bualan apabila BN kehilangan majoriti dua pertiga selepas hanya mampu memenangi 140 daripada 222 kerusi Parlimen yang dipertandingkan dalam pilihan raya umum itu.” Dalam pemilu raya Malaysia kali ini BN (Barisan Nasional, red) tidak dapat menjangkau 2/3 dari total jumlah kursi dalam parlemen, dan hal itu menjadi sebuah petaka besar yang dialami BN selama 12 kali Pemilu Raya yang dilakukan oleh negara tetangga. Seperti di katakan diatas “menjadi bualan” yang diartikan dalam bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD “menjadi pembahasan” di internal partai. Selain itu BN yang mana itu merupakan anak perusahaan UMNO, juga mengalami kekelahan di 4 negeri bagian. komentar seorang Datuk yang cukup berpangaruh di dunia politik Malaysia “ini merupakan suatu kekalahan yang teruk”, dan berbagai macam komentar yang lain yang meminta seluruh kader BN dan UMNO untuk bermuhasabah juga bermunculan, namun Datuk Seri Ahmad Badawi tidak kemudian menyerah dan meletakkan jabatanya sebagai Perdana Mentri saat ini, beliau berkata didepan para Pensokongnya, “Saya akan teruskan perjuangan dan saya tidak akan meletakkan jawatan!”. Walaupun Pa Lah (panggilan akrab Ahmad Badawi disana) menyadari bahwa BN tidak mendapat 2/3 suara namun beliau tetap berkata BN tetap menang.

Proses pendewasaan politik di Malaysia ini telah mengetuk pintu bawah sadar beberapa tokoh politik penganut mahzab ortodok di Malaysia, mereka baru saja meyadari bahwa rakyatnya sudah mulai dapat berpikir terbuka dalam memilih pemimpin. kalau boleh saya katakan, seperti judul diatas, Malaysia sedang belajar dari pemilu kali ini dari negerinya sendiri, tidak melulu ngelirik ke kesalahan kesalahan Indonesia kemudian diambil pelajaranya. Mirip dengan rezim orde baru, hegemoni warna dalam pemerintahan Malaysia ternyata sudah mulai menampakkan kegoncanganya. Menurut beberapa jurnalis Indonesia yang dikirim ke Malaysia, prosesi pemilu disana berjalan cukup tenang, tidak banyak kampanye yang dilakukan besar-besaran di jalan, mereka lebih suka bermain di media massa.

well, Malaysia. Cukup memberi banyak pelajaran kepada saya. No offense lah.

sumber: ini dan ini

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with berita at lebihbaik.

%d blogger menyukai ini: