kembali ke habitat

Februari 4, 2008 § 21 Komentar

Terdengar langkah-langkah cepat seseorang sedang menaiki tangga, ke lantai dua gedung bersejarah ini. Mengintip dengan cara memunculkan separuh wajah berkeringatnya, dan kemudian seraya meloncat kegirangan dia memeluk ku lalu menjabat tanganku erat-erat yang sedang duduk bersila beralaskan karpet hijau diantara tumpukan kertas-kertas artikel yang berantakan. “mas balik ke habitat lagi nih?!” kata nya padaku dengan penuh semangat dan dari matanya muncul gelombang elektromagnetik yang memancarkan aliran adrenalin yang tinggi, menandakan semangatnya yang sedang meledak-ledak. Anak Fakultas Hukum angkatan 2005 itu sudah beberapa kali menyusuri jalan dan belajar di Universitas Kehidupan bersama ku.

Tidak terasa hari ini aku kembali ke tempat yang sama tempat yang pernah membawa ku menemui berbagai kesempatan belajar simulasi kehidupan nyata, saat itu aku hanya anak ingusan dari desa yang agak norak dan kemaki tapi kebetulan masuk ke Universitas yang saat ini sangat kubanggakan, aku sangat bersyukur telah mendapat kesempatan belajar, masih terlalu banyak untuk dihitung anak bangsa yang terjajah dengan kebutaan akan ilmu dan pendidikan, masih terlalu naif untuk berkata bangsa kita sudah adalah bangsa berpendidikan sementara moralitas putra bangsa masih dipertanyakan kualitasnya.

Di tempat ini aku diajarkan bagaimana seharusnya menjadi mahasiswa yang berguna untuk bangsa, negara dan agama, bagaimana harus berpikir strategis, tidak apatis terhadap anomali-anomali kehidupan yang memberikan pelajaran sebagai bekal menuju cakrawala ilmu. Disini aku menemukan warna-warni kehidupan yang benar-benar nyata, kadang gila, dan mengharuskan kita bersikap gila karena kalau kita tidak ikutan gila bisa tergerus zaman. well, semua itu ku sebut dengan realita, mozaik-mozaik realita yang tersusun dalam satu lembaran papyrus kehidupan, menjadi peta untuk menempuh jalan selanjutnya kawan.

Disini akan ku buka lembaran-lembaran kertas putih yang akan ku tulis dan kuhiasi berbagai macam anekdot, karikatur, namun kadang akan muncul berbagai macam ancaman entah datang dari dalam maupun dari luar. Disini aku dan staf-staf ku akan membawa roda kehidupan ini menjadi sesuatu yang monumental, ya.. harus monumental seperti sebelumnya. lembaran ini akan menjadi saksi bisu yang berbicara saat aku diadili di sebuah pengadilan paling adil sejagat nantinya. amanah almamater yang berada dipunggungku dan semua kawan ku yang ada ditempat ini, pada saat ini, kami hanya mencoba untuk berkarya, harapan antara hidup dan mati yang menjadi kosekuensi logis layaknya sebuah peperangan melawan kebatilan telah dikibarkan dalam panji-panji idealisme yang selalu kami teriakan.

Semoga di blog ini pun selanjutnya bisa kutuliskan banyak hal tentang perjalanan dalam lembaran-lembaran kertas yang di amanahkan kepadaku.

huwaaa!!  namun disetiap lembaran yang akan menyusun cerita panjang tersebut akan ku temukan cerita-cerita ilmiah yang mengiringi pembuatan mahakarya akhir seorang mahasiswa skripsi.

aku hanya bisa tertunduk padaMU,  tidak pernah bisa dan tidak akan pernah berani mendahului takdir Mu, manusia sepertiku hanya bisa berusaha, Ya Rabb semua akan berawal dan kembali kepadaMu..

*maafkan aku “sang waktu” setelah satu minggu tidak mengUpdatemu aku merasa bersalah, namun memang segala sesuatu yang terjadi dalam labirin-labirin otak ku dan setiap sel dalam otak ku menolak untuk menuliskannya di tinta maya mu*

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with kembali ke habitat at lebihbaik.

%d blogger menyukai ini: