Bantuan Khusus Mahasiswa, Kebijakan Busuk!

Juni 20, 2008 § 59 Komentar

18 Juni lalu, pemerintah pusat sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh Universitas di Indonesia tentang adanya dana cair dari Bantuan Khusus Mahasiswa (BKM). BKM ini merupakan salah satu kompensasi dari kenaikan harga BBM, atau kalau dianalogikan dengan kenyataan, bahwa saat ini masyarakat kurang mampu versi pemerintah menerima BLT. Hal ini menjadi keresahan mahasiswa, yang mana pada saat kerasnya arus penolakan kenaikan harga BBM oleh mahasiswa, justru pemerintah dengan enaknya memberi umpan kepada mahasiwa itu sendiri. Kalau menurut penulis, hal ini adalah sebuah skenario pemerintah untuk membuat konflik internal di tubuh mahasiswa sendiri. Selain itu, BKM ini juga dijadikan alat untuk membenturkan antara pihak mahasiswa dengan Pejabat kampus itu sendiri, karena bisa kita ketahui di media-media bahwa banyak dari aksi mahasiswa yang mengajak pihak rektoratnya untuk ikut berstatement menolak BBM naik.

Namun, hal itu merupakan sebuah keniscayaan. Hari ini (19/06) di kampus saya sudah beredar pengumuman tentang kriteria mahasiswa yang dapat mengajukan BKM, antara lain sebagai berikut:

  1. mahasiswa aktif baik sarjana atau diploma minimal semester II sampai dengan dinyatakan lulus sebelum desember 2008.
  2. ketentuan mahasiswa dinyatakan kurang mampu secara ekonomi ditentukan oleh pimpinan perguruan tinggi
  3. surat pernyataan mahasiswa bahwa mahasiswa yang mengusulkan untuk mendapatkan beasiswa BKM tidak menerima beasiswa dari sumber lain pada semester juni sampai dengan desember 2008.

Setelah pertemuan kami (BEM UNS) dengan Pembantu Rektor III UNS, Drs. Dwi Tiyanto, SU kami mendapatkan informasi bahwa jatah penerima BKM untuk UNS adalah sebanyak 2.669 mahasiswa. Dari total alokasi dana Rp 1,3 Miliyar. « Read the rest of this entry »

Iklan

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with tolak BKM at lebihbaik.

%d blogger menyukai ini: